HTI, Ormas Terlarang Gentayangan Lewat Parpol Pendukung Prabowo

Ilustrasi

Oleh : Nadia

Meskipun HTI sudah dibubarkan pemerintah, tetapi diakui atau tidak masih ada aktivitas dari simpatisan HTI  yang diam-diam masih berusaha menyebarkan ajaran radikal HTI. Apa buktinya? Mudah jawabannya yaitu masih ada orang-orang, ustad  yang dimana-mana  masih bicara soal paham khilafah, soal Negara islam, mengajarkan intoleransi, perpecahan dan  permusuhan. Cara-cara yang dilakukan persis dengan cara-cara HTI. Selain  HTI  juga menyusupkan agen-agennya ke dalam parpol yang bertarung di pemilu tahun 2019. HTI sedang mengambil alih kepemimpinan parpol tertentu (PKS).

Kenapa  HTI dibubarkan pemerintah? Pembubaran HTI mempunyai dasar yang kuat,

Pertama, sebagai ormas berbadan hukum, HTI tidak melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dalam proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional.

Kedua, kegiatan yang dilaksanakan HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Ketiga, aktifitas yang dilakukan HTI dinilai telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat, serta membahayakan keutuhan NKRI.

HTI tak ubahnya PKI yang sama-sama ingin menganti ideology pancasila, sehingga keduanya memang harus dibubarkan dan tidak layak hidup di NKRI.

Tetapi sekali lagi, meskipun HTI resmi dibubarkan tetapi aktivisnya masih gentayangan menebarkan kebencian kepada pemerintah. Tak ubah memecah belah bangsa dan pada akhirnya menjadikan Indonesia lahan yang matang untuk pengambilalihan kekuasaan serta mendirikan khilafah. Upaya  yang  digunakan  aktivis HTI yaitu melalui isu kebangkitan PKI. Moment-nya tepat yaitu menjelang peringatan peristiwa G30S PKI 1965 pada akhir bulan September ini bertepatan dengan tahun politik menjelang gelaran Pilpres 2019.  Tidak akan mengherankan jika isu-isu kebangkitan PKI akan berseliweran kembali dan sangat mungkin  sasarannya Jokowi lagi. Sebagaimana pola penghembusan isu PKI sudah dimulai saat Jokowi maju dalam Pilpres 2014 lalu. Meskipun tuduhan yang dialamatkan kepada Jokowi tidak pernah terbukti tetapi patut diwaspadai isu-isu kebangkitan PKI akan digunakan oleh kelompok tertentu demi kepentingan meraih kekuasaan.

Tidak bisa dipungkiri lagi jika HTI adalah dalang di balik keretakan bangsa Indonesia. Faktanya jelas, sebelum HTI ada dan menguat, bangsa Indonesia hidup rukun damai.

HTI mengunakan isu kebangkitan PKI hanya sebagai pengalihan isu, biar masyarakat waspada dengan PKI tetapi tidak sadar jika telah di susupi HTI. Strategi yang digunakan HTI dengan mengusung unsur-unsur  fanatisme terhadap agama dan janji-janji surga yang bisa memikat hati banyak kalangan. Dan inilah yang terjadi di Indonesia tanpa disadari oleh masyarakat sendiri. Maka kewaspadaan menjadi hal yang sangat penting agar tidak mudah diperdaya oleh HTI yang norabene adalah PKI masa kini.

 

Wednesday, September 26, 2018 - 23:00
Kategori Rubrik: