HTI Kini Sekarat

Oleh : Budi Setiawan

Akhirnya PTUN menolak gugatan HTI. Padahal berhari-hari para gerombolannya menjadikan HTI sebagai trending topik dengan hastaq soal kilafah-kilafahan. Begitu yakin para pentolannya lihat hastaq itu dan bermimpi HTI menang. Mereka yang pemimpi itu akhirnya dikemplang kepalanya untuk sadar bahwa HTI tetaplah gerakan yang terlarang karena membahayakan. Kenyataan yang tidak bisa diubah,

HTI yang isinya pemimpi itu akhirnya juga ditampar oleh kenyataan bahwa media sosial itu tetapnya maya dan tidak nyata. Seperti bermain monopoli. Sekaya apapun, duitnya tetap duit-duitanya. Seperkasa apapun hastaq yang dibuat, dia adalah istana pasir. Sama dengan mimpi dungu mereka. Menciptakan khilafah di Indonesia.

Dengan putusan ini, maka sudah tidak ada alasan lagi bagi pemerintah bersikap tegas terhadap organisasi pemimpi itu. Sepak terjangnya sangat membahayakan bagi kesatuan dan persatuan negara ini.

Di Syria dan Libya, HTI merajalela memecah belah bangsa dengan memberi dukungan kepada siapapun yang mengidamkan berdirinya khilafah. Sepak terjang HTI sangat mengerikan karena tertawa diantara ribuan orang yang tewas dan jutaan lainnya tiap hari diteror oleh para pengusung Khilafah.

Tidak heran HTI bisa sekeji itu karena pendirinya yakni Amin al-Husseini dikenal dengan julukan Hitler dari Timur Tengah karena membantai orang Yahudi di Hebron dan juga sesama Muslim yang tidak setuju dengan konsep Khilafah yang diusung Amin. Bahkan pendiri HTI itu membina hubungan dengan Hitler dan Musolini, dua monster haus darah abad ini.

Lagipula, tidak banyak yang dicontoh dari berdirinya Khilafah yang memakai pedang meluaskan kekuasaan atas nama Islam. Dalam khasanah sejarah, ketika Nabi wafat, sahabat-sahabat Nabi lebih mengurusi pergantian kepemimpinan ketimbang memperhatikan jenazah beliau. Konon, baru tiga hari setelah Nabi wafat baru beliau dimakamkan.

Sepeninggal Nabi, hanya kepemimpinan Abu Bakar saja yang selesai tanpa pertumpahan darah. Setelahnya, semua sahabat Nabi dibunuh. Bahkan Usman bin Affan dicincang tubuhnya kemudian dimakamkan di pekuburan Yahudi dengan cara yang sangat menghinakan.

Dan sejarah mencatat, masa-masa khilafah memperkosa Islam untuk tujuan kekuasaan. Bahwasanya, ada pencerahan dan kejayaan Islam dalam hal ilmu pengetahuan, hanyalah karena kebaikan dan hobby khilafah yang saat itu berkuasa. Bukan oleh sistem atau peradaban yang dibangun dinasti khilafah yang dajjal itu. Akibatnya, umat Islam terpuruk dalam bidang pengetahuan dan teknologi sampai sekarang.

Karena itu, dengan putusan PTUN itu kita berharap banyak pihak terutama kaum muda untuk mengetahui niat jahat HTI yang ingin mengubah tatanan bangsa ini menjadi negara sarang teroris. Mereka juga diketahui sangat licik menyusup di berbagai organisasi Islam radikal, lengkap dengan aksi unjuk rasanya. Indonesia akan semakin aman dari ancaman terorisme kelompok radikal jika HTI tidak mempunyai daya menunggangi mereka.

Dan para orang tua yang anaknya kuliah mesti mewaspadai HTI yang gencar melakukan rekrutmen lewat asistensi agama Islam. Jangan biarkan buah hati Anda teracuni oleh ajaran berbahaya ini.

Sumber : facebook Budi Setiawan

Monday, May 7, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: