Hormatilah Orang yang Tidak Berpuasa

Oleh : Rudi S Kamri

BULAN Ramadhan 1440 H / 2019 sudah di depan mata. Bagi umat muslim yang mampu diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa di bulan suci penuh pengampunan ini. Insyaallah Minggu malam kita umat muslim sudah mulai sholat tarawih dan Senin 6 Mei 2019 start puasa yang saya tunggu-tunggu, Alhamdulillah.

Dan sebagai rutinitas setiap tahun, kita akan melihat drama dan dinamika puasa dari berbagai kelompok masyarakat yang beragam tentang ibadah puasa. Dan mudah-mudahan bulan ramadhan tahun ini tidak dikotori oleh ulah sekelompok orang yang mempunyai pemahaman yang salah tentang ibadah puasa.

 

Bagi saya, puasa adalah satu-satunya ibadah yang paling personal diantara ibadah lainnya. Hanya diri kita sendiri dan Tuhan yang tahu. Bagi saya ibadah puasa adalah momentum yang tepat untuk melakukan kontemplasi atau perenungan diri akan semua yang kita lakukan dan kita pikirkan selama 11 bulan sebelumnya. Jadi ibadah puasa bukan sekedar merestrukturisasi pola makan tapi lebih pada upaya personal kita untuk menata diri untuk menjadi lebih. Dan kalau moment kontemplasi dilakukan pada kondisi perut yang tidak penuh, biasanya kita akan lebih khusyuk dan tawadhu.

Jadi kalau ada sekelompok orang atau individu yang memaknai ibadah puasa hanya sekedar menahan rasa lapar dan haus semata, itu berarti pemahaman mereka hanya sebatas makna simbolik dalam ibadah puasa. Dan prihatinnya kelompok orang seperti ini masih membludak di negeri ini. Sehingga mereka memaksakan orang lain untuk menghormati ibadah personal mereka. Ini yang aneh dan mengherankan, menurut saya.

Tanpa disuruh dan dipaksa, saya haqul yaqin orang yang tidak berpuasa sudah pasti akan menghormati orang yang sedang berpuasa. Tidak perlu berkoar-koar bahkan lewat spanduk dan baliho : Hormati orang yang berpuasa !!! Pemahaman dangkal seperti ini yang membuat kelompok orang melakukan aktivitas sweeping pada warung atau restauran dengan semena- mena. Pertanyaan sederhananya, kalau puasa seseorang terganggu dengan hanya melihat orang sedang makan dan minum, duuuh betapa dangkalnya kualitas ibadah puasa orang tersebut.

So, janganlah kita "over acting" minta orang lain untuk menghormati ibadah kita. Dengan Anda over dosis melepaskan amarah saat melihat aktivitas orang yang sedang tidak berpuasa, berarti Anda telah kehilangan esensi dasar ibadah puasa. 

Motto personal saya yang saya tularkan ke anak saya adalah : 
PERTAMA 
"Berpuasa tanpa godaan itu tidak afdol"
Justru pada saat kita menghadapi godaan saat berpuasa, disitu kita bisa menakar kualitas ibadah kita. Namun bukan berarti juga kita proaktif mencari godaan ya. Misalnya seharian kita nongkrong di McDonald untuk menguji kekuatan ibadah kita. Tidak juga seperti itu.

KEDUA
"Hormatilah orang yang tidak berpuasa"
Paradigma terbalik ini menurut saya perlu saya lakukan, agar jangan sampai ibadah puasa kita malah menganggu orang lain yang tidak berpuasa. Pada saat dulu saya jadi direksi di suatu perusahaan, saya buat policy bahwa staff kantor yang tidak berpuasa atau sedang tidak berpuasa DILARANG makan siang sambil ngumpet-ngumpet. Harus di tempat biasa. Pertama ada kerikuhan, lama-lama aman terkendali. Yang berpuasa juga tidak pernah tergoda. Jadi ibadah personal kita tidak harus mengganggu rutinitas lingkungan, bukan ?

Ulasan di atas tidak penting sebetulnya, ini hanya cara saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada teman- teman saya yang beragama Islam. Insyaallah ibadah puasa kita menjadikan kita sebagai manusia yang berkualitas dan membuat kita menjadi tambah keren.

Bagi yang suka posting makanan dan minuman segar, jangan sungkan-sungkan untuk terus memposting ya. Kalau anda tidak melakukan, saya yang akan melakukan.

Sunday, May 5, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: