Hormatilah Mereka Yang Tidak Berpuasa

Oleh : Denny Siregar

Saya dulu tidak paham apa makna bulan Ramadhan itu bagi saya, selain harus puasa.

Karena ketidak-pahaman itu, maka saya sibuk dengan hukum2 puasa seperti apa yg membuat batal atau tidak. Seakan2 puasa itu hanyalah masalah batal dan tidak batal, juga menunggu bedug maghrib sebagai perayaan.

Bukan itu ternyata...

Ramadhan itu ternyata adalah bulan suci bagi umat Islam, sebagai fasilitas dari Tuhan untuk membersihkan dosa2 yang selama ini terkumpul dan melekat karena maksiat. Sebuah remisi. Bulan pencucian untuk mengurangi kotoran yang sudah berkarat di dalam jiwa.

Ketika memahami itu, saya sadar bahwa Ramadhan itu sebenarnya adalah untuk diri sendiri. Lalu, kenapa saya harus sibuk memikirkan apakah seseorang itu puasa atau tidak puasa ?

Ketika melihat bahwa ada yang berteriak, " Hormatilah mereka yang berpuasa !" Saya pun bingung. Untuk apa puasa mesti minta di hormati ? Apakah ketika seseorang sedang berpuasa, ia harus di hormati ? Bukankah ketika sedang berpuasa dan timbul sifat sombong supaya di hormati, itu malah menambah kemaksiatan yang baru ?

Bukankah seharusnya saya menghormati yang tidak berpuasa, karena ia tidak terkena hukum puasa ? Bukankah saya seharusnya yang minta maaf karena sedang berpuasa dan membuat mereka yang tidak berpuasa menjadi jengah ? Bukankah.... ah, begitu banyak pertanyaam di kepala saya melihat banyak pemahaman yg salah kaprah karena kebanggaan diri.

Bulan Ramadhan tahun ini saya benar2 ingin memanfaatkan untuk mengenal diri sendiri, mengupas kesombomgan beragama yg kadang membuat lupa diri, menguliti semua karat dalam jiwa yang sudah melekat pada besi. Kalaupun tulisan saya masih nakal, kadang saya suka upload gambar es teh manis saat terik matahari, saya minta maaf. Bukannya saya ingin menggoda, tapi saya tidak ingin berpuasa dengan tegang. Karena seharusnya berpuasa tidak harus menghilangkan sifat humor kita sehari2.

Besok sudah masuk pada bulan yang saya anggap suci, bulan diturunkannya petunjuk bagi mereka yang beragama Islam, supaya tidak tersesat di jalannya sendiri.

Saya tidak ingin mengucapkan selamat, karena itu merk biskuit. Saya hanya ingin mengangkat secangkir kopi sore ini, karena akan memasuki perjalanan yang berat ketika harus menghilangkan kebiasaan sehari2.

Selamat tinggal kopi, selamat tinggal rokok, selamat tinggal tahu isi... Kita berjumpa lagi selama sebulan menjelang gelap nanti. Maafkan saya untuk saudara2ku yang tidak berpuasa, karena saya harus menggunakan fasilitas ini, supaya saya bisa jadi lebih baik nanti.

" Puasa itu untuk-Ku dan ganjarannya dari-Ku.." ( hadis qudsi )** (ak)

Sumber : Facebook Denny Siregar

Monday, June 6, 2016 - 06:45
Kategori Rubrik: