Hompimpa Alaium Gambreng

ilustrasi

Oleh : Daniel Kaito

Gw pernah ditanya orang "bang berapa kerugian lo kalau besok lo bangkrut?" Gw jawab "50 ribu rupiah". Dia heran sama jawaban gw.

Dulu gw ketika awal masuk ITB tepat sebelum gw memulai bisnis kostum gw, gw sempat membaca sebuah cerita tentang seorang lelaki tua yang menemukan koin.

Ceritanya begini, ada seorang lelaki tua yang keluar rumahnya. Dia berjalan tak jelas arahnya. Diperjalanan dia menemukan koin kuno usang. Diambilnya koin itu dan ia lanjutkan berjalan kaki tanpa tau tujuan.

Diperjalanan ada orang yang melihat koin kuno itu sedang dilempar lempar oleh lelaki tua ini. Ternyata koin itu adalah koin kuno yang cukup berharga. Maka orang tersebut menawarkan untuk membeli koin itu dengan harga mahal. Lelaki tua menyetujuinya. Maka pulanglah ia dengan membawa uang.

Diperjalanan dia bertemu seorang penjual kasur. Karena dia ingin mengganti kasurnya yang sudah rusak maka ia belilah kasur itu. Pulanglah ia sambil menenteng kasur.

Diperjalanan ada orang yang menghentikan dia. Orang ini ingin menukarkan lemarinya yang tak terpakai dengan kasur milik lelaki tua ini. Lelaki tua ini setuju dan pulanglah dia dengan membawa lemari.

Diperjalanan dia dihentikan lagi oleh seseorang. Rupanya orang ini berkeinginan untuk membeli lemari yang dibawa lelaki ini, dikarenakan bentuknya yang cantik. Dan bayarannya cukup besar yakni 3 kali lipat dari uang hasil menjual koin kuno. Setujulah lelali tua ini dan ia pulang bersama uang yang banyak.

Tapi malang nasibnya. Diperjalanan ia dicegat kawanan perampok. Mereka merampas uang lelaki tua itu dan meninggalkannya tanpa uang sepeserpun.

Seseorang yang melihat peristiwa itu menghampirinya setelah kawanan perampok pergi. Orang ini bertanya "berapa banyak yang mereka ambil?" Lelaki tua ini tersenyum dan berkata "mereka cuma mengambil satu koin usang"

Cerita ini membuat gw sadar bahwa gw benar benar gak memiliki sesuatu yang besar untuk dihilangkan. Dan karena gw memulai segala sesuatu itu dari kecil maka tatkala ini semua hilang maka gw hanya kehilangan hal kecil.

Gw bangun bisnis gw dengan uang 50 ribu aja 6 tahun lalu. Sekarang penghasilannya Alhamdulillah cukup besar. Tapi sebesar apapun itu, itu hanya berangkat dari 50 ribu saja.

Disini gw menyadari esensi dari kata "Inna lillahi wa inna illaihi raji'uwn" (sesungguhnya semua milik Allah dan kepada Allah lah mereka kembali). Dalam benak gw, kata kata ini bukanlah kalimat duka. Melaikan kalimat peringatan, karena bentuk kalimatnya mengajak kita untuk mengingat bahwa semua milik Allah dan akan kembali pada yang punya.

Kenapa kalimat peringatan yang diucapkan saat mendapat musibah? Karena pada momen kita mendapat musibahlah kita biasanya lupa akan hakikat kehidupan. Dan kelupaan ini menjadikan kita dzalim dan menyalahkan Tuhan.

Padahal kita tau pasti bahwa ia maha baik. Maka dari itu diingatkan kembali, bahwa "semuanya milik Allah. Dan akan kembali kepadanya" karena segala sesuatu adalah hak-Nya dan tidak ada kedzaliman pada-Nya tatkala ia mengambil kembali apa yang menjadi miliknya.

Jadi berusahalah untuk tidak terikat pada suatu apapun. Dan lihatlah segala sesuatu dari sebab musababnya. Sehingga kamu tak terpukul saat semuanya pergi.

Btw sebelum Islam masuk di Indonesia penduduk tradisional kita sudah memiliki pemikiran yang sama loh dalam hal ini. Mereka juga punya kalimat yang selalu memperingatkan kita bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan dan akan kembali kepadanya.

Hah? Serius? Yup, dan itu selalu kita ucapkan saat kita kecil. Kalimat itu adalah "Hompimpa Alaium Gambreng" yang berasal dari bahasa Sansekerta. Artinya? "Dari Tuhan kembali ke Tuhan. Ayo main" jadi seperti itulah hidup. Hanya sebuah permainan yang akan berahir dan akan kembali kepada yang berhak.

Ayo main

Sumber : Status Facebook Daniel Kaito

Thursday, May 30, 2019 - 13:00
Kategori Rubrik: