Holding BUMN Tambang; Akhirnya Mimpi 16 Tahun Itu Terwujud

Ilustrasi

Sebentar lagi, tiga badan usaha milik negara yakni PT. Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT. Timah Tbk (TINS) akan melakukan perubahan anggaran dasar. Detik-detik perubahan ini sehubungan dengan telah beralihnya kepemilikan mayoritas menjadi milik PT Inalum (Persero).Inalum akan menjadi holding bagi empat perusahaan lainnya, yakni: Aneka Tambang, Bukit Asam, Timah, dan Freeport.

Pembentukan holding pertambangan akan meningkatkan ekuitas PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum menjadi Rp87 triliun. Dengan adanya BUMN holding ini, maka ukuran perusahaan-perusahaan Indonesia bisa mencapai skala global. Meski berubah statusnya,ketiga anggota holding itu tetap diperlakukan sama dengan BUMN untuk hal-hal yang sifatnya strategis sehingga negara tetap memiliki kendali, baik secara langsung melalui saham dwiwarna, maupun tidak langsung melalui Inalum.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun peran negara melalui BUMN dalam pengelolaannya masih sangat kecil. Pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang atau holding tambang dapat mendorong penguasaan sumber daya mineral dan batu bara (minerba) Indonesia khususnya oleh BUMN. BUMN tambang sejauh ini hanya menguasai sekitar 7-20 persen, dari total sumber daya dan cadangan untuk masing-masing minerba di Indonesia. Untuk bijih bauksit misalnya, yang dikelola baru sekitar 13 persen, bijih nikel dan timah baru sekitar 20 persen yang dikuasai, dan batu bara baru tujuh persen. Kedepan hadirnya holding BUMN Tambang ini akan menjawab semuanya.

Wacana holding BUMN Tambang ini telah telah digagas selama lebih dari 16 tahun. Dulu di gagas pertama kali pada era Tanri Abeng, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 1998-1999. Pada akhir 1999 ketika berhenti menjadi menteri, Tanri Abeng sudah meninggalkan Blueprint Masterplan terkait holdingisasi sebanyak 24 buku.Wacana ini tertunda begitu saja hingga Menteri BUMN telah dijabat secara bergantian oleh 5 orang.

Hari ini, mimpi itu sebentar lagi terwujud. Holding tambang ini akan menjadi holding tambang pertama yang dibentuk pada masa kepempimpinan Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMI Rini Soemarno dan menjadi holding BUMN keempat setelah holding perkebunan, pupuk dan semen di sepanjang sejarah Kementeiran BUMN.Holding ini juga menjadi holding pertama yang induknya merupakan BUMN yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh negara.

Sumber : Status Facebook BUMN Bergerak

Thursday, November 23, 2017 - 21:30
Kategori Rubrik: