Hoax Ulama

Ilustrasi

Oleh : Tony Hanif

Kini para penggemar hoax dan fitnah sedang menikmati hasil2 karya yg telah mereka buat sendiri, demi membela junjungannya dg cara2 yg jauh dari ahlakul karimah. Orang2 ini selalu mensugesti diri bahwa Allah selalu membela pihak mereka, merasa tak perlu introspeksi diri atas fitnah dan hasut yg sudah dilakukan oleh junjungannya.

Mereka di berbagai media pada tahun lalu sudah sebarkan berbagai klaim:
1. HR dekat dg Raja Arab maka mudah perpanjang visa.
2. Visa HR adalah visa khusus yg unlimited.
3. Keturunan nabi, hidup HR terjamin Saudi.
4. Biaya hidup HR dijamin pemerintah Arab.
5. Kerajaan Arab Saudi tetapkan HR sebagai keturunan Rasululah yg ke sekian. Takbir!
6. Kerajaan Saudi sediakan HR private jet, dsb.

Nah sekarang dia kena tulah pendukungnya sendiri. Disinyalir ada kasus pemalsuan visa, diinterograsi badan reskrim Saudi, dicekal imigrasi Saudi sehingga tidak bisa pergi ke Malaysia sejak Juni ini. Lalu sekarang pendukungnya mengadu ke DPR, meminta2 tolong perlindungan dari pemerintah RI yg selalu dia cacimaki sebagai rezim yg anti ulama, anti Islam, PKI, aseng, liberal, dsb. Padahal ini hanya soal urusan dg pemerintah di negara setempat. Jadi orang dungu itu enak toh? Kalo gagal ya nanti tinggal tuding sana tuding sini lagi.

Anda tentu membaca perkembangan politik yg terjadi di kerajaan Arab Saudi setelah dipimpin Pangeran Mohamad bin Salman. Banyak dilakukan revolusi sosial di sana, termasuk hak2 perempuan di ruang publik seperti berolahraga dan menyetir mobil yg selama ini dikebiri di sana. Pangeran ini ingin masyarakat Saudi yg maju, berpengetahuan, menghasilkan inovasi industri pariwisata krn industri migas dunia ke depan akan makin meredup, juga kehidupan beragama yg moderat dan toleran, jauh dari Islam yg hanya sibuk hujat sana sini, jauh dari radikalisme.

Dalam setahun ini saja sudah berapa banyak ulama2 yg dihukum pancung karena berani menyindir atau mencerca pihak Kerajaan Saudi. Jangan anda bayangkan ulama dan warga Saudi bisa bebas mencerca di mimbar2 atau di ruang publik seperti yg banyak terjadi di negeri kita. Begitu juga kegiatan pengumpulan masa seperti demo2 dan mimbar terbuka, tidak ada warga di sana yg berani. Seandainya HR ini adalah warga Saudi, maka dg ceramah2 yg penuh hujat dan fitnah seperti yg telah dia lakukan dg lantang di negeri kita selama ini, maka di sana tentu dia saat ini sudah tidak bernyawa.

Maka mengapa mereka ini tidak pernah bisa bersyukur hidup di negri yg toleran dan menghargai kebebasan berpendapat ini? Tentu berpendapat yg tidak melanggar hak orang lain yg juga sama2 ingin menegakkan kebenaran. Bukan lempar hasut dan fitnah lantas kabur dg alasan umroh, berlindung dibalik sebutan ulama dg dukungan masa, tidak berani menghadapi proses hukum u membuktikan tuduhannya. Ini sangat jauh dari ahlak seorang Ahok yg selalu dia sebut cina kafir!

Maka setelah HR hidup sekian lama di sana, terpenjara oleh rasa takut yg telah dibuatnya sendiri, dalam hati kecilnya mungkin dia mulai mengakui bahwa hidup di NKRI ini adalah surga dunia yg patut disyukuri.

Sumber : Status Facebook Tony Hanif

Sunday, September 30, 2018 - 16:00
Kategori Rubrik: