Hoax, Server KPU Di Singapura Dan Sudah Menangkan Jokowi

ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Hoax "Server KPU di Singapura Disetting 57% Untuk Kemenangan Salah Satu Kubu" adalah hoax yang sangat massif beredar baik di Facebook, Instagram, Twitter dan Whatsapp. Dalam waktu kurang dari 24 jam, hoaks ini menjangkau lebih dari satu juta netizen di media sosial, dan diduga lebih banyak lagi di group WA.

Hoaks ini mengambil celah dari literasi kepemiluan masyarakat yang rendah, ketidaktahuan sebagian publik bahwa Pemilu 2019 masihlah dilakukan secara manual, baik pencoblosan ataupun penghitungan. Sistem IT hanya sebagai alat bantu untuk memudahkan rekapitulasi, kontrol dan komunikasi, namun data acuan tetap data manual berjenjang dari TPS (C1).

Tentu hoaks ini tengah menunggangi emosi masyarakat yang sedang meluap menjelang hari pencoblosan nasional. Hoaks ini seolah "masuk akal" bagi mereka yang sebelumnya mengkonsumsi hoaks "7 kontainer suara tercoblos", "truk china pembawa surat suara", termakan propaganda elit tentang "17juta DPT tidak beres" ataupun tercampur dengan issue faktual yang sebenarnya sangat minor seperti sempat masuknya WNA ke dalam DPT. Kompor dan bahan bakar sudah terbangun dari hoaks sebelumnya, tinggal nunggu ada ikan baru untuk digoreng. Jadilah.

Hoaks ini dampaknya sangat merusak legitimasi penyelenggaraan pemilu, sehingga tepat kalau KPU membawanya ke ranah hukum. Disinilah dibutuhkan ketegasan dan transparansi Polri dalam menangani kasus ini.

Ada 19 akun yang sudah dipegang Polri, dan jumlahnya bisa bertambah cepat seiring dengan jalannya penyelidikan/penyidikan.

NB Gambar: Salah satu akun abal-abal penyebar hoax, dengan view lebih dari 300.000.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Friday, April 5, 2019 - 08:00
Kategori Rubrik: