Hoax PraboSan Soal Pajak

ilustrasi

Oleh : Soetrisno Gitoatmojo

Prabowo berjanji akan menaikkan gaji PNS agar tidak korupsi. Caranya dengan menaikkan tax ratio dari 11,5% ke 16% dari PDB; ini adalah KEBOHONGAN besar karena itu adalah hal yang mustahil dilakukan; mengapa?

Karena PDB kita sekarang ini (2018) adalah sebesar Rp.14.745T. Untuk menaikkan tax ratio sebesar itu artinya penerimaan pajak naik Rp.663T, jumlah sangat besar yang bisa mengakibatkan banyak perusahaan pada bangkrut. Wajib pajak yang tercatat mengirimkan SPT kurang lebih sebanyak 11 juta saat ini. Secara rata-rata setiap wajib pajak harus membayar Rp.60 juta lebih banyak dari tahun sebelumnya, apa bisa? Tidak bisa, karena income per capita kita hanya US$ 4,130 jauh dibawah Malaysia US$ 11,237 

Memperlakukan wajib pajak itu sama dengan memelihara ayam petelor, ambillah telornya tapi jangan disembelih ayamnya. Jadi gak bisa dipaksakan sembarangan saja, harus memperhatikan kenaikan PDB dan income per capita. Tax ratio akan meningkat sejalan dengan income per capita.

Sandiaga Uno pernah menjanjikan mengenakan pajak 0% (gratis) kepada UMKM start up company, selama 2 tahun pertama. Ini adalah omongan yang kontradiktif dengan kenaikan tax ratio ala Prabowo; jadi yang satu ngalor yang satunya lagi ngidul seperti orang bingung karena tidak tahu persoalan apa yang diomongkannya. Berbohong mbok ya jangan kebangetan.

Sumber : Status Facebook Soetrisno Gitoatmojo

Sunday, January 27, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: