Hoax Membawa Amarah

ilustrasi
Oleh : Muhammad Jawy
 
Pontianak dan Madura sempat panas karena masyarakatnya termakan hoax dari Jakarta. Kantor polisi dibakar massa di Sampang, karena terhasut issue kalau ulamanya ditangkap di Jakarta. Padahal Ulama Madura yang dikabarkan ditangkap di Jakarta diketahui dalam kondisi baik-baik saja dan sudah pulang.
 
Sampai kapan kebodohan demi kebodohan akan terus berlanjut karena masyarakat gagal mengelola informasi? Gagal melakukan pengendalian diri?
 
Tak heran dalam Quran, penyebaran berita bohong itu dianggap manusia sebagai hal kecil, tapi di sisi Allah ia adalah hal yang amat BESAR!
 
Tapi manusia tak juga mau belajar, bahkan lucunya mengklaim tengah memperjuangkan asma-Nya, faktanya kebalikannya, ia justru tengah memperolok ayat-Nya, ironisnya, sambil menyebut asma-Nya.
Saya kasihan anak cucu kita, mereka akan belajar sejarah, apa yang dilakukan oleh leluhurnya. Berbicara masa kemerdekaan, mereka akan bangga dengan para pahlawan yang gigih melawan para penjajah.
 
Tapi masuk ke bab ketika teknologi digital massif masuk ke penjuru negeri, ia membaca kalau ternyata ada banyak leluhurnya yang gagal menggunakan teknologi dengan baik, begitu mudahnya terhasut hoaks, menyulut konflik, menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
 
Ia bergumam, "mbahku sing iki ncen sikak"
 
Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy
Saturday, May 25, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: