Hoax Ada Tapi Tak Massif Di Pilgub Jateng

Ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Kekhawatiran polarisasi Pilgub DKI 2017 menular ke provinsi lainnya di Jawa, patut kita syukuri, tidak terjadi. Pilkada serentak yang tinggal 6 hari lagi, khususnya di 3 provinsi Jawa, tidak diikuti oleh merebaknya fitnah hasut dan hoax. Ada, tapi tidak semassif tahun lalu.

Bisa jadi karena masyarakat di tiga provinsi itu enggan bersengkarut karena issue Pilgub. Atau bisa jadi karena di Jabar dan Jateng, jarak elektabilitas antara kubu yang dipersepsikan berseberangan sangat jauh. Di Jabar, Duo DM bersaing ketat dengan RK-UU, dan Asyik plus Hasanah sepertinya hanya akan menjadi penggembira. Jawa Tengah, GP-Yasin nyaris tak terbendung, menyisakan Sudirman Said sebagai pelengkap saja. 

Sempat ada beberapa fitnah dan Hoax beredar di Jateng, tapi tampaknya tidak laku di masyarakat. Jawa Timur, justru kubu-kubu yang biasa berseteru mereka tampak rukun dan gembira dalam koalisi yang sama. Khofifah dan Gus Ipul masih bersaing tipis, dan tak tampak ada saling serang dengan fitnah diantara mereka, bisa jadi karena NU-Factor.

Yang masih kita khawatirkan adalah Pilkada di beberapa tempat yang memang masih memiliki latar belakang ketegangan antar etnis atau agama seperti di Kalimantan Barat. Butuh kedewasaan semua pihak supaya jangan sampai persaudaraan antar bangsa ada yang tercerai karena termakan kobaran fitnah dan Hoax, yang umumnya berawal dari permainan politik identitas, yang enggan berkompetisi secara riil dengan visi dan program.

Semoga Allah SWT masih melindungi bangsa ini dari perpecahan antar sesama.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Friday, June 22, 2018 - 19:00
Kategori Rubrik: