Hoaks dan Sejarah yang Digelapkan

Oleh: Amin Mudzakkir

 

Sejak lama saya telah bilang bahwa hoaks bukan hanya perkara teknologi, dalam hal ini media sosial. Lebih dari itu, hoaks adalah perkara sejarah yang digelapkan. Dari sinilah memori kolektif yang penuh prasangka berasal. 

Hoaks mengenai PKI, Cina, Kristen, hingga aliran-aliran keagamaan yang dianggap sesat terjadi karena banyak orang di negeri ini buta sejarah. Mereka tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi di masa lalu. Mereka hanya memamah pengetahuan dangkal yang didapatkan dari sumber-sumber yang diragukan kredibilitasnya. 

 

Masalahnya Reformasi yang digulirkan 21 tahun lalu belum mengubah keadaan secara fundamental. Pengajaran sejarah belum beranjak jauh dari materi sebagaimana yang diajarkan pada masa Orde Baru. Bahkan lebih parah, generasi yang lahir setelah 1998 tidak terlalu paham Orde Baru itu apa dan, apalagi, mengapa ia harus dijadikan pelajaran yang buruk bagi bangsa ini. 

Meski demikian, kita jangan pesimis. Bagaimanapun kita sekarang hidup di alam demokrasi dan mempunyai pemerintahan yang demokratis. Ini adalah titik awal yang baik. 

Ke depan pemerintah harus serius menangani masalah ini. Sejarah yang digelapkan harus dibuat terang benderang. Masyarakat harus tahu apa yang sesungguhnya terjadi dengan isu-isu yang sekarang dijadikan bahan industri hoaks yang tidak karuan itu. 

Semua keharusan tersebut mestinya dimulai dari dalam tubuh pemerintah sendiri. Makanya reorganisasi ASN, khususnya tenaga-tenaga pengajar sejarah, adalah syarat yang tidak bisa ditawar lagi. Jika ini tidak dilakukan segera, hoaks yang sekarang telah menjalar itu akan mengancam keutuhan dan keberlangsungan bangsa kita dalam waktu yang tidak perlu lama.

 

(Sumber: facebook Amin Mudzakkir)

Friday, May 17, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: