Hizmet, Gullen dan Kudeta Turki

Oleh: Idris Muhammad
 

Silakan anggap saya tak konsisten, awalnya memang tak mau komentarin kudeta di Turki. Tujuannya atau niatnya supaya ttp menjaga komunikasi baik dg 'maaf' pendukung Erdogan. Bahas kebenaran siapa benar tak ada ujungnya. Tapi lama-lama serasa tak tahan kalau lihat lama-lama semakin banyak fitnah beredar, yang maaf sekali lagi itu banyak dilakukan pendukung Erdogan di sini.

Saya coba jelaskan yang saya tahu, smoga bisa jadi gambaran buat teman-teman. Saya kenal dg beberapa orang Hizmet atau jamaahnya Gullen di Indonesia, termasuk kenal dekat dg beberapa jemaahnya dr Turki, dari buku-buku karangan Gullen, dr ceramah Gullen di Youtube yang sdh banyak ditranslate ke Inggris. Hampir tak mungkin kalau menyebut ulama Sufi Sunni ini sebagai teroris sbgmana yg dituduhkan Erdogan.

Erdogan yang sudah jd Perdana Menteri 10 Tahun ini masih belum merasa cukup berkuasa, dan secara konstitusi membatasinya tak bisa menjabat ketiga kalinya. Hanya menyisakan posisi Presiden yang hanya simbol saja di Turki, dia sendiri menyatakan konstitusi hrs diubah menjadi Presidensial supaya ttp berkuasa. Saya nggak ngarang loh, silakan baca dari sumber berita internasionalnya kalau malas baca berita yg berbahasa Turki.

Pertanyaan selanjutnya, siapa Gullen?

Beliau ini ulama Sufi, pemikiranya banyak berasal dr ulama Turki karismatik Kurdi-Turki di akhir abad ke-19, Said Nursi, yang tentunya dia bukan Syiah. Bukunya mengajarkan pemahaman Islam moderat, sulit dipercaya kalau beliau Gullen mengajarkan radikalisme.

Silakan baca bukunya Gullen di Indonesia yang banyak dijual di Gramedia seperti Cahaya Abadi, Islam, Islam Toleransi, Jalan Menuju Sufi. Semua berisi ajaran bagaimana mencapai perjalanan ideal dan sufistik sebagai seorang muslim.

Apa ideal menurutnya Gullen? Jadi Muslim yang berpendidikan salah satu contohnya dr sekian banyak yang diajarkannya.

Maka dunia mengenal konsepnya sebagai Hizmet, orang Barat menyebut gerakan ini Gullen Movement. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan melayani atau mengkhidmat. Hizmet ini bukan hanya ada di Turki, hampir di seluruh dunia, termasuk di Indonesia ada beberapa sekolah yang sdh didirikan gerakan Hizmet ini, tentu dg berkongsi dg orang Indonesia yg bersimpatik dg gerakan ini.

Sudah lebih dr 1.000 sekolah dr berbagai jenjang didirikan di 130 negara dr gerakan Hizmet. Saking banyaknya pengikut Gullen ini, dr orang paling miskin smpai pengusaha paling elit. Selain sekolah gerakan ini jg memiliki rumah sakit, lembaga tink tank, jaringan media, asosiasi bisnis, bahkan sampai memiliki bank.

Anda mungkin masih ingat media surat kabar trbesar di Turki, Zaman, yg beberapa waktu lalu diserbu polisi Turki dan kemudian pengadilan menyitanya. Hal yang serupa dilakukan oleh umumnya diktator dunia, memberhentikan atau membredel kalau media massa trlalu sering mengkritik pemerintah. Lain kasusnya Zaman, oleh Erdogan diambil alih, wajar jika tiras berita Zaman sekarang banyak memuja-muja Erdogan.
Bbrp wartawannya juga dijebloskan ke penjara.

Masih kah menyebut tindakan ini sebagai pemimpin yang demokratis?

Balik lagi ke Hizmet. Bagaimana gerakan ini bisa sedemikian massif, siapa yang mendanainya? Apa ini didanai CIA sebagaimana teori konspirasi?

Dana Hizmet ini dikumpulkan dr sedekah jamaahnya. Rata-rata, anggota jemaah Hizmet mendonasikan gaji satu bulan selama setahun untuk diinfaqan ke Hizmet. Bayangkan, ada jutaan pengikutnya yang rela menyisihkan gaji satu bulan penuh untuk mendukung gerakan ini.

Ini belum infaq dr para pengusaha yang bahkan, konon, menyumbangkan seluruh keuntungan perusahaannya untuk disedekahkan.

Di Indonesia sendiri bebebrapa sekolah Hizmet dan jemaahnya aktif dalam kegiatan lintas budaya, olimpiade sains, bagi-bagi sembako, selain memang menyebarkan pesan damai. Hampir jauh dr kata atau unsur politik. Yang maaf bbrp orang politik di sini sebaliknya menjual agama untuk politik.

Lah orang Hizmet yang pemimpinya Ulama malah lbh sibuk bikin acara pentas budaya. Gullen sendiri tak mau dikatakan sebagai pemimpin gerakan. Hal yang kurang lbh sama dilalukan di Afrika, Asia, dan negara-negara Barat.

Tdk masuk di akal bagaimana gerakan sprti ini disebut gerakan teroris oleh Erdogan. Apa pernah teroris bangun sekolah sampai lebih dr 1.000 di lebih dr 130 negara. Pernah kah ISIS atau Al Qaeda bikin sekolah?

Kalau teman-teman masih susah memahaminya, Hizmet kalau di Indonesia kurang lbh sama dg NU atau Muhammadiyah di sini. Orang NU yah NU, partainya banyak suka-suka orang NU pilih mana, meski ada basis namanya PKB dan PPP. Begtu juga basis Muhammadiyah banyak di PAN. Tapi yang pasti baik NU maupun Muhammadiyah sudah melepaskan diri dr politik. NU dan Muhammadiyah tdk berpolitik. Demikian halnya dengan Hizmet. Persamaannya, sama-sama bangun sekolah-sekolah.

Lantas, kmdian bbrp media menyebut Gullen dulu sekutunya Erdogan, dulu iyah. Hizmet tidak berpolitik di Turki, meski pengikutnya besar dia tidak punya partai politik. Kalau Gullen mau atau punya ambisi berkuasa, mudah bagi dia bkin sendiri partai politik di Turki.

Pandangan ini tentu berbeda dg gerakan Ikhwanul Muslimin yang menurut mereka jalan dakwah, yah salah satunya dengan politik. Gerakan ikhwanul muslimin pula yang juga berkembang di Indonesia yang kemdian melahirkan satu partai.

Bedanya di Turki menang sukses, di Mesir malah berakhir tragis.

Alasan Gullen waktu itu, jemaah Hizmet menyatakan dukungan ke partainya Erdogan atau AKP karena dianggap lbh islami. Di Turki sendiri ada 3 partai paling kuat, satu partainya Erdogan tadi, kedua partai yang berhaluan komunis, ketiga partai peninggalannya Kemal Attaturk, yang sekuler.

Nah, saking banyaknya pengikut Hizmet ini, sebagian besar dr lulusan sekolahnya dan sebagian dr pendengar setia dr ceramahnya Gullen. Jemaah Hizmet ini tersebar dr politisi, hakim, jaksa, mahasiswa, dosen, bankir, wartawan, pengusaha, ilmuan, pengusaha, polisi sampai jenderal militer.

Jejaring inilah yang dianggap Erdogan sebagai negara dalam negara, jaringan paralel. Yang tentu bisa jd batu sandungannya ambisinya untuk terus berkuasa. Hizmet bukan partai, tapi yah ini ancaman paling besar.

Nah, kasus bermula saat tahun 2013, dan semakin memuncak di tahun 2015 lalu, Jaksa dan polisi hakim yang kebetulan pengikutnya Hizmet ini mencium bau tak sedap korupsi menteri kabinetnya Erdogan. Dan benar, polisi dan jaksa ini membongkar skandal korupsinya pejabat yang dekat dengan Erdogan. Bahkan, anaknya Erdogan, Bilal, sampai kena juga sadap dr KPK-nya Turki.

Bukanya malah bersih-bersih, Erdogan malah pindahin hakim, jaksa, dan polisi yang mengungkap skandal tadi. Beberapa di antaranya malah dipecat. Makanya dulu di Turki ada jaksa demo. Loh ada yah jaksa demo? Ini bisa dibaca beritanya. Silakan cari dan baca di berita internasional yang teman-teman percaya.

Gullen sendiri tak mau ambil pusing. Dia nggak mau dikaitkan dengan ulah 'pengikutnya' yang mengobok-obok skandal korupsi Erdogan.

Sampai di sinilah awal mula permusuhan Erdogan dg Gullen.. sebenarnya yg mulai sebut musuh yah Erdogan sendiri.

Soal kudeta juga aneh, yang kudeta militer kenapa yang ditangkapin jaksa dan hakim. Kalau kata orang Jawa sebutnya aji mumpung, waktunya paling pas buat singkirkan yang menghalangi tujuan. Anggota Militer yang kebetulan terindikasi simpatik dg Hizmet juga siap-siap dibersihkan. Saat kudeta mudah menuduh ini orang bagian dr pengkianat bangsa. Bawa ke pengadilan, syukur tidak ditembak mati. Sama hampir-hampir mirip seperti saat G30S PKI kan.

Kalau anda bilang saya subjektif silakan. Paling tidak saya pernah membaca bbrp bukunya dan mendengar ceramahnya. Dan bbrp tambahan dr berita luar negeri yang valid. Bukan cuma media propaganda.

Drpd yg hanya pakai kacamata kuda krn fanatik buta. Jika para fans Erdogan di sini mnyebut Jokowi mencla mencle, tapi anehnya pengikut Ikhwanul Muslimin disini tak pernah menyebut Erdogan mencla-mencle. Malah dianggap Khalifah yang akan membangkitkan Ottoman katanya.

Mencla-menclenya Erdogan contohnya gampang, Erdogan sebut Israel musuh Turki, loh kok sekarang dia malah yang memperbaiki hubungan dg Israel. Hal yang sama juga dilakukan Erdogan pada Rusia. Kemudian baru-baru dg Bashar Assad Presiden yang kata erdogan sendiri pembunuh ratusan ribu orang Suriah.

Loh katanya Erdogan dulu, Suriah bisa stabil dg cuma satu jalan, Assad harus dijungkalkan.

Nah artinya fans Erdogan di sini pakai standar ganda. Dicarilah dalil pembenar kalau Edogan bersahabat dg Israel sdh bijak, alasanya agar bantuan bisa masuk ke Palestina.. kemudian temenan dg Suriah alasanya agar bisa perangi bareng ISIS? Loh Bassar Assad sendiri sjk dulu lbh sibuk berperang dg faksi jihadis lain, bukan dg ISIS, loh?

Silakan nilai sndiri

 

(Sumber: Status Facebook Idris Muhammad)

Saturday, July 23, 2016 - 14:00
Kategori Rubrik: