Hilangnya Kepakaran

ilustrasi

Oleh : Fauzan Inzaghi

selamat datang di era luka' bin luka', dimana semua orang bebas "berijtihad

Walau anda publik figur yang dikenal banyak orang dan mampu mempengaruhi banyak orang bukan berarti anda punya kapasitas mengomentari segalanya. Hal yang paling mungkin yang bisa anda lakukan dengan pengaruh anda adalah memberi panggung bagi para pakar yang anda ikuti, bukan mengungkapkan pendapat anda tentang sebuah permasalahan ilmiyah. Tapi filsafat "kebebasan berekspresi" memungkinkan agar semua orang mengungkapkan pendapat dimuka umum, bahkan pada sesuatu yang jauh dari keahliannya, siapa yang akan mengikuti? Orang yang mencari pendapat yang memuaskan hawa nafsunya.

Makanya jangan heran jika seorang penari jika dikenal orang banyak pendapatnya tentang agama lebih didengarkan dibandingkan pakar ilmu agama yang siang malam belajar ilmu agama selama puluhan tahun. Tidak heran juga jika seorang penyanyi yang mempunyai banyak follower lebih diikuti pendapatnya dalam masalah kesehatan dibandingkan seorang dokter profesional. Dan itu semua dimulai dari diri kita yang sering mencari pendapat yang sesuai dengan nafsu kita, dan mencoba berpendapat dalam segala hal termasuk menggoblokan para pakar jika tidak sesuai dengan pendapat kita.

Sedangkan islam? Islam menyuruh kita mengikuti para ahli pada setiap permasalahan, walaupun itu bertentangan dengan pendapat kita, jika ada ahli beda pendapat? Ya ikuti salah satu tanpa perlu membantah ahli yang lain dengan pendapat kita, biarkan sesama pakar saling membantah, karena perdebatan mereka ilmiyah, lalu ikuti salah satu diantara mereka yang lebih menenangkan hati, itu yang dinamakan dengan taklid. Jadi taklid itu gak selalu negatif dan tidak ilmiyah, taklid pada para pakar itu pilihan ilmiyah, jika berijtihad pada sesuatu yang bukan budangnya lah yang gak ilmiyah.

Lalu bagaimana dengan menyebarkan sesuatu yang kita ikuti kebenaran? Ya beri panggung dan kenalkan pakar yang anda ikuti, gak mesti anda yang berpendapat kan? Jika itu dilakukan, anda sudag bisa nenggabungkan antara amanah ilmiyah dan menyampaikan kebenaran. Jika terus berpendapat pada sesuatu yang gak ada hubungannya dengan keahlian kita? Maka selamat datang di era luka' ibnu luka', dimana segala sesuatu diserahkan bukan pada ahlinya, maka "kiamat sudah dekat". Dan yang pasti kitalah luka' ibnu luka yang diceritakan nabi dulu.

Sumber : Status Facebook Fauzan Inzaghi
 
 
Saturday, August 8, 2020 - 18:30
Kategori Rubrik: