Hijab, Penampilan Luar Dan Adaptasi Dengan Lingkungan Dalam Islam

ilustrasi

Oleh : Eiwei Younora

Saya tidak berhijab sehingga banyak sekali mendapat cacian oleh sebagian Muslim di Indonesia terutama cacian dari orang Minang, daerah tempat kelahiran saya.

Menurut saya hijab tidak perlu di dalam agama Islam. Yang di ajarkan di dalam Islam paling utama adalah pembentukan karakter dan pembentukan hati yang baik. Ajaran inilah yg telah di lupakan oleh Islam garis keras yang hanya terus menerus berfokus dari penampilan luarnya saja: Hijab, Jubah putih, cingkrang. Dengan penampilan luar, mereka merasa sudah paling Islami.

Arab Saudi adalah pusat agama Islam yang menjalankan syariat Islam yg mewajibkan Perempuan untuk berhijab. Namun sekarang hukum berhijab di Arab Saudi sudah tidak ada lagi karena Arab Saudi sedang menuju modernisasi dan mulai menghargai hak hak asazi Perempuan untuk tidak berhijab. Bahkan putri Raja Salman pun tidak berhijab.

Sayang sekali sebagian umat Islam di Indonesia justru malah berpikiran sangat mundur. Perempuan yang tidak berhijab justru di caci maki dan di rendahkan.

Islam bukanlah agama yg kaku melainkan agama yang bisa beradaptasi dg lingkungan.

Banyak sekali Muslim di Indonesia yg tidak bisa beradaptasi dg lingkungan sehingga mereka menjadi masalah di mana mana. Mereka menjadi kelompok Muslim yang sangat sombong dan angkuh. Entah ajaran apa yg telah mereka pelajari sehingga banyak dari mereka yg berhati busuk dan menimbulkan masalah di mana mana.

Kelompok Islam garis keras ini tidak bisa beradaptasi dg lingkungan, tetapi malah memaksakan lingkungan untuk beradaptasi dg mereka.

Sesungguhnya kehadiran Islam di dunia ini seharusnya membawa kesejukan dan tidak membuat takut lingkungan serta bisa menghargai hak2 asasi perempuan dalam berpakaian. Dengan demikian inilah Islam yang sesungguhnya.

Sumber : Status Facebook Eiwei Younora

Wednesday, May 8, 2019 - 11:45
Kategori Rubrik: