High Quality Opposition

Oleh: Anissa Antania Hanjani

 

Indonesia ini ya menurutku nggak cuma butuh high-quality jomblo untuk mencapai kebahagian hqq. Supaya perpolitikan kita juga hangat, tenteram, dan bahagia, kita perlu pemerintah dan oposisi yang high-quality juga.

Pemerintah sekarang menurutku udah melakukan yang terbaik lah. Jalan mulus yang bikin tripku ke Jogja asik-asik puyeng kemarin misalnya (soalnya yang nyupir mainnya bukan simulator SIM, tapi Need For Speed). Pemerataan infrastruktur ekonomi juga mulai meningkat lah dengan program BBM satu harga. Ya memang perlu banyak yang diperbaiki dan dikritik dari pemerintah sekarang, seperti infrastruktur bencana dan komersialisasi pendidikan. Namun, bukan berarti nggak kerja dan berprestasi juga dong rezim sekarang.

 

 

Ya kalo rezim ini nggak kerja, lu mudik lebaran kemaren sehari-semalem kejebak di Pantura terus, Bambang.

Nah, buatku apa yang kurang banget dari perpolitikan kita adalah high-quality oposisi. Melihat berita TV yang muncul akhir-akhir ini, rasanya miris gitu lho. Bisa-bisanya lho yang mencalonkan diri sebagai kepala negara dan pemerintahan, berikut partai-partai pengusungnya, berkali-kali menyebar hoax. Alih-alih nih ya selama 4 tahun ini ngasih kritik yang membangun, pesimisme dan hasutan disebar terus-terusan. Indonesia bubar lah, PKI bangkit lah, cocoklogi bencana lah, apalagi sampe bawa Tuhan. Ampe mau muntah saking bosennya sama modus operandinya. Itu-itu aja.

Gini ya, netizen tercinta. Anissa menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Mau cinta sama rezim sekarang terserah, mau benci sampai semaput juga silakan. TETAPI, mbok ya alasannya itu yang logis. Bukannya, "Pemerintah sekarang rezim PKI! Sesat! Allah murka!". Serius deh, Anda ini siapa sampai bawa-bawa Tuhan? Punya orang dalem di alam barzah?

Indonesia perlu oposisi yang bisa berteriak lantang, "Pak, program Bapak yang ini nggak efektif! Berdasarkan data A, B, dan C, dengan faktor E, F, dan G, programnya harusnya blablabla,". Perlu banget oposisi yang program tandingannya dibuat berdasarkan riset mendalam. Perlu banget oposisi yang kritiknya selalu membuat pemerintah membangun diri sebaik mungkin. Bukannya nyebar ketakutan dan hasutan ke rakyat agar terpilih. Bukannya bikin beberapa instansi tertentu bolak-balik bikin klarifikasi atas suatu tuduhan.

Eh, gaduh amat ya politik kita. Padahal kalau aja oposisinya cerdas dan santun dalam memberi kritik, pemerintah selalu membangun diri dan evaluasi dari kritik oposisi, politik kita bisa asik-asik aja, kok. Iya, nggak?

 

(Sumber: Facebook Anissa Antania H)

Tuesday, January 8, 2019 - 19:00
Kategori Rubrik: