Hidup Makin Modern Tapi Tidak Agamis

Ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Orang dulu nggak butuh olahraga. Kesehariannya sudah berolahraga:jalan ke sawah, jalan ke pasar, jalan ke sekolah. Ada yang nyangkul, Ada yang nyari rumput, nyari pasir, ada pula yang bersepeda ke tempat kerja. Raga diolah tiap hari sembari bekerja.

Olahraga bagian dari aktifitasnya..Orang sekarang membayar untuk bisa olahraga Dan meluangkan waktu khusus. Waktunya habis untuk duduk sambil nunul gadget atau meeting atau aktifitas lain yang lebih banyak melibatkan olah pikir.

Manusia dulu, di desa, terutama, nggak tahu agama. Nggak bisa baca kitab suci apalagi tahu artinya. Tapi menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Bergaul baik dengan tetangga, saling membantu, saling bertegur sapa, bergotong royong, dsb. Manusia kini membayar ustadz untuk belajar ngaji, belajar agama.

Agama seperti barang lain yang bukan bagian dari kesehariannya. Dengan beragama kehidupanya sering tidak agamis.
Ada yang antri dan membayar mahal untuk meraih kesempurnaan beragama.

Setiap orang selalu merasa hidup dijaman modern. Generasi sebelumnya dianggap kuno. 

Dulu ada perbudakan fisik. Kini manusia jadi budak teknologi. Menempatkan dirinya sebagai budak. Hidup serasa mati jika listrik padam, atau HP kehabisan baterei atau tidak ada internet.

Sebenarnya hidup kita yang lebih modern, terasa tidak lebih manusiawi.

Gimana?

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Wednesday, November 28, 2018 - 11:15
Kategori Rubrik: