Hidup adalah Belajar

ilustrasi

Oleh : Edy Pranajaya

Seorang bijak jaman dahulu berkata : "Hidup adalah belajar ; sedangkan pengalaman adalah guru terbaik".

Dahulu aku beranggapan bahwa hanya melalui agama saja, seorang manusia dapat keluar dari kegelapan bathinnya.

Sehingga aku berpikir bahwa demi tujuan agar dapat menjalani hidupku lebih baik, aku harus belajar ilmu agama melalui komunitas keagamaan plus membaca kitab suci agama yang aku
pelajari dengan seksama, termasuk dengan menghafal ayat-ayat emas didalam kitab suci dengan baik sebagai panduan hidupku.

Namun ternyata setelah aku aktif bergabung didalam komunitas agama, bahkan hafal banyak ayat-ayat suci ; yang terjadi justru aku malah menganggap bahwa diriku lebih baik daripada orang yang pasif beragama, dan menganggap orang yang tidak beragama itu pasti sesat hidupnya.

Penilaian seperti itu bukan cuma berasal dari diriku seorang, tapi hampir semua anggota komunitas agama apapun akan menilai dirinya lebih baik daripada orang lain diluar komunitasnya.

Padahal kalau mau jujur, aku atau anggota komunitas lainnya tidaklah sebaik yang kami bayangkan. Hidup kami sebenarnya penuh dengan kepalsuan, dimana kejahatan dan perbuatan-perbuatan kotor, berusaha kami tutupi dengan kesucian palsu didalam nama agama.

Kami berusaha menutupi kebencian, dendam, keserakahan, kemarahan, dan kekotoran bathin lainnya dengan berpura-pura alim dan memamerkan kesucian palsu dihadapan semua orang.

Dihadapan komunitas kami, kami berusaha menunjukkan bahwa diri kami baik dan taat ajaran agama, tapi diluar komunitas, kami hidup didalam kepalsuan dan kemunafikan yang amat tebal.

Akhirnya aku sadar bahwa segala kepalsuan itu justru semakin menenggelamkan diriku didalam kegelapan bathin yang amat pekat. Menipu diriku sendiri, menipu orang lain, dan terutama menipu Sang Pencipta Agung Yang Melihat Segalanya.

Realitas didalam dunia telah membuktikan dengan gamblang bahwa orang yang dengan sengaja memamerkan "kebaikan / kesucian" dihadapan umum, sesungguhnya justru orang yang paling buruk dan kotor !!!

Fakta didalam kehidupan manusia : Agama telah gagal mendidik manusia menjadi makhluk yang berguna bagi sesamanya, tulus, jujur, apa adanya. Apa yang orang lakukan tak lepas daripada PAMRIH, sedangkan perbuatan apapun yang dilandasi pamrih adalah PALSU !!! ( lihat saja kehidupan para koruptor, politikus, tokoh-tokoh agama ).

Kebohongan-kebohongan yang sama sekali tidak masuk nalar telah diajarkan kepada umatnya ; celakanya umatnya tetap mempercayai kebohongan-kebohongan itu dan menelannya mentah-mentah, seperti menelan segenggam racun yang disangkanya obat penyembuh yang manjur ; padahal mereka telah melihat bukti-bukti kebohongan itu dengan gamblang, tapi demi menjaga citra dirinya, mereka tetap saja terus bergabung didalam komunitas agamanya.

Akibatnya bukan kesembuhan yang kami dan mereka terima, tapi justru keadaan kami dan mereka jadi semakin parah terjerumus kedalam jurang kegelapan bathin yang semakin gelap. Hidup didalam kepalsuan.

Agama itu bertujuan menguasai umatnya, bukan memberi kebebasan untuk umatnya. Sebaliknya KESADARAN itu justru membebaskan manusia daripada jerat-jerat kepalsuan.

Setelah terombang ambing tak tentu arah, akhirnya aku sadar bahwa ternyata bukan agama yang mampu merubah cara berpikir dan cara hidup seorang manusia, tapi KESADARAN lah yang mampu menjadikan seorang manusia jadi makhluk berguna, tulus, jujur, apa adanya.

Benar sekali yang dikatakan oleh seorang bijak jaman dahulu : "Hidup adalah belajar ; sedangkan pengalaman adalah guru terbaik".

Orang yang mau mengamati dirinya sendiri setiap saat, belajar dari pengalaman-pengalaman masa lalunya, yang pahit maupun yang manis, yang penuh duka maupun suka, yang menyakitkan maupun yang menyenangkan, yang bermanfaat maupun yang merugikan diri sendiri atau orang lain ; yang mau belajar melalui hidup yang telah dijalaninya dan yang sedang dijalaninya ; yang hidup untuk hari ini dan saat ini ; yang berpikir untuk hari ini dan saat ini ; yang tidak khawatir akan apa yang akan terjadi di hari esok ; yang tidak mengejar kesenangan- kesenangan untuk hari depan ; yang hidup didalam Kesadaran yang utuh bahwa : Hari ini adalah hidupku ; hari kemarin adalah guru terbaikku ; hari esok bukanlah kekhawatiranku ; maka tanpa perlu memeluk agama apapun, orang tersebut pasti akan lebih bijak daripada para munafikuns yang menyembunyikan kekotoran bathinnya dibalik nama agama ... !!!

Hafal ayat-ayat suci, rajin berdoa, tak pernah absen beribadah ke rumah ibadah, aktif kegiatan keagamaan, ziarah ke tempat-tempat suci, nyumbang besar, pakai atribut-atribut keagamaan di sekujur tubuh ... tapi tanpa pengamatan kedalam diri sendiri ... maka semuanya itu tak lebih daripada bedak tebal melumuri wajah bopeng ... bathin akan tetap kotor walaupun penampilan agamis ... !!!

Kereta api yang berwarna hitam kelam jauh lebih berharga daripada tangki penyedot WC yang di cat warna warni ...

Sumber : Status facebook Edy Pranajaya

Tuesday, July 7, 2020 - 09:15
Kategori Rubrik: