Herry Zudianto

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

(Ada yang belum tahu?)

Dia yang pendiam tapi bertangan dingin adalah walikota Jogja 2001-2011 yang melegenda

Bersama Jokowi menerima Bung Hatta Anti Corruption Award 2010. Dialah salah satu "guru" Jokowi selain Bambang DH (walikota Sby sebelum Risma), dalam menata kota dan mereformasi birokrasi.

Herry adalah pelopor Sistem Pelayanan Perijinan Satu Atap, yang lalu berkembang di berbagai kota saat ini. Herry merintisnya tahun 2006 (saya lupa apa Surabaya zaman Bambang DH sudah terlebih dahulu atau setelahnya). Lalu menyusul Solo, Surabaya dan Semarang. Lalu berantai ke seluruh negeri (Jakarta nyusul di akhir era Foke dan disempurnakn Jokowi)

Pak Herry menjadi patron Jokowi karena telah menjabat 4 tahun sebelum Jokowi jadi walikota. Program di 5 tahun pertamanya adalah memperbanyak lampu penerangan di seantero kota yang ramah turis (saat itu Jogja gelap padahal kota turis) dan membuat sistem perijinan satu atap.

Pak Herry merombak paradigma pikir birokrat pemkot, dengan terlebih dahulu memberi teladan tentang MENDENGAR dan birokrat yg melayani. Yang lalu dicontoh Jokowi. Layanan perijinan dan kependudukan di kota Jogja pada medio 2000an (2005-2007) adalah salah satu yang terbaik selain Surabaya.

Pak Herry memberi contoh bahwa pejabat bisa lho ngga nerima fee dari pemenang tender atau pengusaha. Walopun berlatar belakang pengusaha, Pak Herry tidak hedonis.

Saya adalah saksi saat mengurus ijin usaha di kota Jogja tahun 2007. Hampir berbarengan dgn pengurusan di Solo (yg pernah saya tulis). Kaget sekali menemukan 2 kota mungil punya pelayanan "One Stop Service" yang cepat, murah dan efisien. Kebetulan keduanya dipimpin mantan pengusaha yang dulu pasti mengalami rasanya dipersulit

Saya dulu berpikir, itu (birokrat melayani) sesuatu yang mustahil. Di sinilah kenapa kita harus bersyukur Orba tumbang. Reformasi melahirkan sistem pilkada langsung. Dimana beragam profesi berkesempatan menjadi pemimpin yang progresif

Pers yang bebas (juga berkah reformasi) yang lalu mengangkat nama2 seperti Herry, Jokowi, Djarot, Risma, Nurdin A atau Ahok. Trims untuk majalah Tempo yang sejak 2008 rutin mengangkat cerita pemimpin bernyali dan melayani. Trmasuk nama2 di atas

Saat PAN masuk kabinet (tahun lalu), saya sebetulnya berharap Jokowi mengangkat "gurunya", Herry "Mister Clean" Zudianto

Sumber : Status Facebook Herry Zudianto

Tuesday, November 7, 2017 - 00:15
Kategori Rubrik: