Hayya dan The Santri

Oleh:Eko Kuntadhi

 

Hayya atau The Santri itu hanya film bioskop. Gak ada hubungannya debgan surga dan neraka. Jadi kita harus tempatkan keduanya sebagai film. Selain sebagai karya seni, film juga ajang propaganda. Ada nilai yang mau disampaikan pembuatnya.

Kalau The Santri ada adegan para santriwati datang ke gereja membawa nasi tumpeng. Mungkin bisa ditangkap film itu ingin mendorong kehidupan beragama yang adem dan gayeng. 

 

Begitupun. Jika potongan film Hayya ada bendera pemberontak Suriah yang tampil. Mungkin film itu mau memberikan pesan, terorisme yang menghancurkan negara lain, itu dibolehkan. Sepanjang bawa-bawa agama. Yang penting ada slogan agamanya, ada takbir-takbirnya.

Biasa saja. Kita gak usah terjebak mana film yang paling cocok untuk iman kita. Itu sih, pilihan saja.

Jika mau menunjukan hidup beragama yang saling toleran. Nonton saja The Santri.

Jika mau bersimpati pada teroris di Suriah. Nonton Hayya. Simpel, kok.

Kamu adalah apa yang kamu tonton. Begitu kata orang.

Dan yang kita tonton gak ada hubungannya dengan surga dan neraka. 

Kecuali kalau kita nonton video PNS di Jabar. 

"Mas, linknya bagi dong," rengek Abu Kumkum.

Gue juga belum dapat, Kum...

 

(Sumber: Facebook Eko Kuntadhi)

Saturday, September 21, 2019 - 23:00
Kategori Rubrik: