Hati yang Membuka Pada Kebenaran

ilustrasi
Oleh : Renito Husayno
Kemarin ada teman bertamu di rumah kami. Tepatnya kami undang. Setelah ngobrol2 soal kerjaan, yaitu startup yang kami develop, saya pamit undur diri. Teman kami ini memang programmer sekaligus analis system yang handal.
Tengah malam saya terbangun hendak ke toilet. Ruang tamu masih terang, saya intip sebentar ternyata teman kami tengah foto-foto selfi di bawah lukisan Imam Husayn. Agak heran juga saya, karena setau saya dia itu salafi bahkan anggota HTI. Tapi kok pembawaannya kalem, ga kayak HTI yg lain, biasanya kan beringas dan suka dakcol (dakwah colongan) ga liat tempat dan situasi...
Dengan didahului dehem beberapa kali, saya sapa dia :"Belum tidur pak, istirahat dulu nggih, kan besok pagi2 kita mau keluar kota"...
Belum ngantuk bu, kebetulan tadi bapak meminjami saya buku2 yg menarik", jawabnya.
Kulirik buku yg tergeletak di atas meja....hmm....Antologi Islam terbitan Al Huda dan buku "Kecuali Ali".
Lah kok mau baca buku-buku ini, apa ga takut terpikat nantinya pak....? hahaha.... : tanyaku sambil bercanda.
Sebenarnya, saya sudah tertarik sejak setahun yang lalu bu, setelah saya mencapai level muak karena setiap hari di pengajian saya selalu didahului dengan acara melaknat syiah, atau penekanan mengenai kesesatan dan kekafiran syiah". Saya kan jadi berpikir, syiah itu makhluk apa sih, kalau sedemikian jelek, ga usah dijelek-jelekin pasti udah otomatis ga bakalan disukai orang.
Trus pak......? Tanyaku penuh minat.
"saya searching youtubenya orang2 Syiah, saya beli beberapa buku mengenai syiah, termasuk saya download disertasinya ustadz Jalal. Saya tercengang bu, dan kaget setengah mati. Penuh intelektualitas dengan spiritualitas yang tinggi. Serasa bleeng meresap kedalam kalbu saya. Selama ini saya merasa kering-kerontang. Kok justru beda banget dengan yg selama ini saya ikuti.
Nah, tentu itu jadi masalah buat jenengan pak, hubungan dengan komunitas pasti terganggu ya...?
Iya bu, sebenarnya saya ingin merahasiakan dulu. Etapi saya sudah ngga tahan, pengen juga ngomongin ini dirumah, maka saya bawa bbrp buku dan membicarakannya dengan istri.
Ternyata istri saya menolak keras dan langsung menyita buku2 tsb. Gak sampai hitungan hari, langsung dia memberitahukan kepada jamaah pengajian, sehingga saya mengalami pengucilan dan sedikit intimidasi. Tak jarang ustadz dan teman2 mendatangi rumah saya untuk menasihati, dari halus sampai bentak2. Semua aktivitas saya dipantau istri dan teman-teman. Tapi hingga sekarang saya masih masuk group WA pengajian mereka, dan bbrp kali pertemuan offline.
Aku manggut-manggut, membayangkan kesulitan yang dihadapinya
Kalau ada acara ke Bandung, saya sempatkan untuk ikuti ceramahnya ustadz Jalal bu.
Saya merasa tertarik dengan pemikiran2 pak Jalal jauuh hari ketika sy di HTI. Kok baguuss yaa...? Setelah diberitahu bahwa beliau itu syiah dan di instruksikan untuk berhenti mendengarkannya, ya saya berhenti. Tapi itu mulai memberikan sebuah tanda tanya besar di kepala saya.
Sekarang bagaimana kondisi keluarga jenengan pak...? Tanyaku.
Istri saya sampai memohon-mohon supaya saya ga jadi syiah. Dan saya sudah menjawab, iya.... Saya ini bukan syiah, dan ga akan jadi Syiah", supaya dia tenang dan keluarga saya tetap kondusif bu. Soal keyakinan kan ada didalam hati, dan saya terus berdoa semoga ada jalan keluar untuk keluarga saya, semoga kami sekeluarga dikehendaki untuk menjadi pencinta.
"Bagus itu pak, sebuah sikap yang tepat...., ujarku.
Saya sekarang merasa bahagia bu, betul-betul bahagia. Saya sangat bersyukur. Saya belajar kerendahan hati. Saya menemukan ajaran pengorbanan dan cinta kasih yang sebenarnya. Istri saya merasa heran dengan perubahan sikap saya. Dia gembira sekaligus was-was apakah perubahan saya karena faktor ajaran Syiah. Hahaaha.... Saya memaklumi sih bu, karena semua itu sdh di doktrinkan sedemikian rupa. Semoga ada masanya dia juga merasa jenuh dan kering.
Setelah itu, saya pamit untuk beristirahat. Ada semacan rasa haru yang menyelusup, setelah berwudhu, saya berdoa tawassul, saya angkat tangan saya tinggi memohonkan campur tangan dan pendampingan para manusia suci, agar mereka memohonkan kepada Allah untuk memberikan karunia kesehatan dan umur panjang kepada Sayyid Ali Khamenei, kepada bbrp nama lagi, lanjut kepada teman-teman saya, terakhir baru kepada keluarga saya.
Demikian saya diajarkan untuk berdoa, utamakan pemimpin, saudara, tetangga baru keluarga sendiri.
Sumber : Status Facebook Renito Husayno
Monday, March 1, 2021 - 08:45
Kategori Rubrik: