Hati-Hati "Virus" Liqa Di Universitas Negri

Ilustrasi

Oleh : Ahmad Tsauri

Istilah liqa ini familiar dalam ilmu hadis, artinya berjumpa, bertemu. Salah satu kriteria untuk memvalidasi hadis. Kebenaran sebuah informasi (hadis) diakui manakala terjadi perjumpaan antara informan dengan informan sebelumnya. Tapi dalam ilmu hadis informan ini adalah ulama yang punya otoritas.

Kata liqa ini kemudian digunakan oleh aktivis 'dakwah' kampus. Bedanya dengan standar liqa hadis, liqa ala PKS ini dari orang gak jelas kepada orang tidak jelas pula. Semasa SMA dulu saya pernah ikut apa yang mereka sebut liqa' ini. Diisi oleh Mahasiswa atau alumnus sebuah kampus. Tidak ada hierarki pelajaran sebagaimana diajarkan para kiai, ajengan, ustadz kepada santri.

Misalnya santri kalong bertahun-tahun dijejali Safinah (fikih), tijan (tauhid), dan jurumiyah (gramatika). Sebelum menguasai tidak boleh lompat ke kitab lebih besar yang membahas siyasah islam (jihad dll), muamalah (berbagai jenis transaksi).

Sementara, liqa'-liqa ini 'ngedabrus' membahas jihad, politik Islam, khilafah, geo politik internasional, perbankan syariah, riba dll tapi tidak berpijak pada landasan epistemik yang kukuh karena memang mereka tidak mengikuti jenjang keilmuan. Boro-boro bersanad.

Jadi jangan heran jika ketua BEM di Universitas sekelas UI terinfeksi racun PKS. Karena penyakit ini sudah mewabah ke semua SMA terutama SMA negeri, mewabah di berbagai kampus.

Bahkan kemarin, saya mewawancara pelamar kerja, alumni UNES Semarang, kebetulan kami setiap memulai kerja ada bedah buku bergiliran, saya tanya apa dia ngaji kitab
fikih seperti ini. Dia jawab, saya sering ikut liqa. Dengan tema-tema bombastis seperti saya sebut diatas.

Penyebaran virus ini, bahkan sampai ke kos-kosan dengan membuat kos khusus untuk kaderisasi. Ketika kembali kerumah, jelas pola pikirnya sulit dibenahi.

Jadi, dari pola pikir seperti ini muncul anggapan hanya Prabowo yang mereprestasikan Islam. Sehingga Presiden Jokowi, simbol negara. Hadir sebagai Presiden, bukan dalam kontestasi politik seperti Pilpres, dengan tidak sopan diberi kartu kuning, bahkan dihadapan rektorat dalam event yang teramat sakral.

Penyebaran virus, racun, yang mereka sebut 'Liqa' ini mengakar dari SMA hingga perguruan tinggi. Bahkan sejak belasan tahun lalu. Mana gerakan PMII, MATAN dan gerakan dakwah aswaja lainnya?

Tapi kalau Ketua BEM UI kaya gini kebangetan.

Sumber : Status Facebook Ahmad Tsauri dengan judul asli Liqa

Monday, February 5, 2018 - 00:00
Kategori Rubrik: