Hati-Hati Pada Ulama Modal Surban Dan Gamis

ilustrasi

Oleh : Agung

Hari ini ane melihat dunia islam indonesia semakin intoleran dan keras saja, sangat berbeda saat jaman ane masih mengaji dan belajar agama islam dulu jaman masih belum ada medsos. Hal ini ane rasa ada kaitannya dengan semakin maraknya ustad dan ulama instant yg sering kali viral di media sosial.

Hari ini kita bisa lihat banyak orang cuman dengan modal sorban dan gamis, lalu modal pernah ke arab, atau cuman modal keturunan arab dan bahasa yg di arab2in langsung dianggap ulama besar, bahkan ada yg non muslim lalu mualaf, atau musisi gak laku lagi yg banting profesi jadi tukang dakwah hijrah langsung di beri gelar ustad.

Dan lucunya ustad dan ulama instant macam ini sangat viral dan terkenal sehingga memiliki banyak pengikut fanatik karena ceramah dan dakwahnya yg meledak2 dan keras2, ya walaupun banyak diantara mereka kurang pengetahuannya apalagi kebijaksanaanya. Dan itu sebabnya kita sering lihat ada ulama atau ustad yg dengan gampangnya mengatain orang lain kafir, sesat, murtad, dll seakan2 diri mereka manusia paling suci dan orang lain paling berdosa. Selain itu juga ustad dan ulama instant macam ini biasanya untuk pansos (panjat sosial) mereka selalu menjelek2an kaum kafir alias non muslim, bahkan banyak diantara mereka mengarang cerita bohong terkait non muslim seakan2 non muslim selalu berfikirnya mau menghancurkan islam saja. Biasanya yg model ini adalah para ustad dan ustadzah mualaf2an.

Dan sebaliknya ustad dan ulama yg belajar lama sehingga bisa lebih bijak menyikapi perbedaan mazhab, perbedan tafsir, sampai perbedaan agama, justru gak laku dan pengikutnya sedikit bahkan banyak diantara mereka yg dianggap sesat oleh artis dan pejabat baru hijrah atau bocah2 baru ikut pesantren kilat kmrn sore.

Seperti contohnya Buya Syakur Yasin ini, yg ane tau tidak terlalu di sukai orang2 islam aliran keras atau politikus islam, tapi dakwahnya ane rasa sangat bijak dan berilmu karena memberikan gambaran real hubungan muslim dan non muslim secara global, dan berusaha membangun hubungan toleransi dan pengertian antara muslim dan non muslim.

Ane rasa Indonesia bisa lebih maju klo orang2 islam indonesia lebih suka mendengarkan ustad dan ulama seperti : Quraish Shihab, Alm Gusdur, Gusmus, atau Buya Syakur Yasin ini, dan mengurangi mendengarkan ustad dan ulama model : Habib Rizieq, Gus nur, Tengku Zulkarnaen, Maher at thuwalibi, atau si ustad mualaf Felix shiauw dan ustadzah Irena handono.

Sumber : Status Facebook Agung

Thursday, July 18, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: