Hati-hati Memberi Kesaksian Kebaikan Orang yang Telah Wafat

ilustrasi

Oleh : Ditya

2 hal yang sangat hati hati saya lakukan di rumah duka adalah menasehati keluarga dan memuji almarhum. Kecuali keluarga tersebut saudara dekat saya atau orang yang benar benar saya kenal luar dalam.

Orang yang sedang berduka tidak perlu nasehat macam macam. Waktu akan mengikis perlahan kedukaan mereka dan tiap keluarga mempunya cara yg berbeda dalam menghadapi kedukaan.

Kalau untuk memuji almarhum saya hanya akan sampaikan ke satu dua orang yg saya kenal dan tahu dekat dgn almarhum, saya tidak pernah mau memuji di hadapan umum. Kenapa? Karena saya punya pengalaman pahit soal puji memuji di depan umum.

Awal kerja saya pernah ditugaskan 4 bulan keluar kota. Di kota X ini saya aktif juga di gereja yang akhirnya mempertemukan saya dengan seorang ibu sebut saja ibu Ros. Beliau juga seorang aktifis gereja. Dimata saya, ibu Ros ini orang yang baik. Rajin dan ringan tangan saat kami yg muda2 menemui kesulitan. Gak pernah marah dan selalu memberi solusi yg baik. Relasi dengan jemaat lainnya juga baik.

Di pertengahan bulan ketiga, saya mendengar kabar duka. Ibu Ros meninggal mendadak. Saya dan beberapa teman pemuda segera melayat ke rumah duka dan pertama kali itu saya menginjakkan kaki di rumah beliau. Saya disuruh mewakili rekan pemuda utk menyampaikan kata perpisahan. Tentu saja semua kata kata pujian dan baik saya keluarkan semua.

Setelah almarhum dikubur saya dihampiri seorang ibu tetangga inu Ros yg juga jemaat gereja,"kamu masih sodaranya ibu Ros to nak?".
"Tidak bu, saya hanya kenal di gereja saja"
"Ya udah kapan2 mampir ke sini ya. Aku mau cerita sesuatu", kata ibu Y tersebut. Saya pun penasaran.

Seminggu kemudian, pas longgar saya sempatkan main ke rumah ibu Y. Gak pakai lama ibu Y segera cerita banyak.
"Kamu itu kemarin pas layat di rumah ibu Ros aku kira saudaranya loh, kok bisa memuji sampai sundul langit"

"Saya kebetulan disuruh mewakili teman2 bu. Tapi memangnya kenapa bu dengan ibu Ros?"

"Kamu tahu tidak, yg layat itu kemarin hampir semuanya orang gereja. Tetangga tetangga sini tidak ada yang mau layat. Cuma aku saja karena aku warga gereja"

Saya pun kaget.
"Ayo tak ajak jalan dari ujung rumah sana sampai ujung rumah sini", ajak ibu Y menanggapi kekagetan saya.

Kami berdua pun akhirnya jalan. Saya diajak ngobrol dengan tetangga2 sekitar rumah alm ibu Ros. Kesimpulannya: dari seluruh tetangga sekitarnya tidak ada yg tidak diajak gelud dan padu dengan ibu Ros setiap hari. Ada saja hal hal kecil yg dipermasalahkan oleh alm ibu Ros dengan tetangganya. Sampai tetangganya malas melayat ketika ibu Ros meninggal

Muka saya rasanya seperti ditapuki pakai buldozer!

Sejak saat itu saya hati2 sekali kalau soal puji memuji di rumah duka kalau tidak kenal banget. Cukup datang dan mengucapkan duka cita. Kalaupun orang yg meninggal baik kepada saya ya cukup dalam hati saya tahu dan mengucapkan terima kasih.

Saturday, February 22, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: