Hati-hati Hoax Penculikan Anak

Ilustrasi

Oleh : Muhammad Jawy

Yang seperti mbak Istiqomah Jamur ini banyak. Menyebarkan hoaks penculikan anak karena sebenarnya niatnya baik. Niatnya ingin mengajak sesama ibu untuk lebih waspada menjaga anaknya.

Niat baik, kalau tidak menggunakan cara yang baik, memang jadi menyusahkan banyak orang. Hoaks penculikan massif ini membuat resah banyak orang, orangtua tidak bisa tidur nyenyak, anak dikurung di rumah, nggak boleh plesiran. Orang jualan di tempat piknik mungkin jadi lebih sepi.

Tapi ada yang lebih parah. Orang yang dituduh penculik, sudah ada yang dihakimi massa sampai meninggal. Padahal ia sedang mau antar beras ke rumah anaknya. Itu terjadi di sebuah desa di Kalimantan Barat. Di Brebes, ada juga yang dikeroyok hingga luka berat. Belum lagi banyak orang dengan gangguan jiwa yang juga di aniaya masyarakat yang termakan hoaks itu.

Di India, puluhan orang sudah meninggal gara-gara hoaks penculikan anak. Yang paling heboh adalah seorang insinyur Google yang sedang jalan-jalan di kampung, dituduh sebagai penculik. Mobilnya dikeroyok, ia pun meninggal di tempat.

Pastikan ibu jari tahu cara menerjemahkan niat baik, yaitu memahami kekeliruan ibu jari dalam menekan tombol share, bisa berakibat hilangnya nyawa orang lain.

Yo Ayo Siskamling Digital. Saring sebelum sharing.

Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy

Monday, November 5, 2018 - 12:45
Kategori Rubrik: