Hati-Hati dengan Brainwashing HTI

ilustrasi

Semalam kubaca status di WAG yang menyebut buku Abdul Qadeem Zallum, "How the Khilafah was Destroyed". Penulis buku ini adalah amir Hizbut Tahrir yang dipilih setelah Taqiyuddin Nabhani sang pendiri meninggal dunia.

Buku ini merupakan terjemahan dari buku asli berbahasa Arab dengan judul "Kaif Huddimat al-Khilāfah". Daftar isinya terdiri dari poin-poin sebagai berikut:

- The struggle between Islam and Kufr
- The conspiracies of the European countries against the Islamic State
- Arousing the nationalist chauvinism and the separatist tendencies
- The missionary and the cultural invasion
- The attempt at introducing the Western constitutional rules
- Adopting the Western laws
- The impact of the cultural and legislative invasion
- The Allies. attempt at enticing Jamal Pasha
- Mustafa Kemal works towards the withdrawal of the State from the war and the signing of a peace treaty
- The capitulation of the Ottoman State
- The British attempt to destroy the Khilafah through political and legal actions
- The British alter the political and legal style
- Britain backs the rebellion of Mustafa Kemal
- The first phase in Mustafa Kemal’s rebellion
- Mustafa Kemal adopts Ankara as his centre
- Mustafa Kemal’s return to the rebellion through a second phase
- The Ankara government gets settled and other states deal with it directly
- Mustafa Kemal prepares to settle the crisis with Greece through war
- Separating the Sultanate from the Khilafah
- The fatal blow
- The vital issues and the measure of life and death
- The vital issues according to Islam
- Establishing the Khilafah and the rule by what Allah has revealed is the vital issue for the Muslims

Buku ini bukan buku sejarah, tetapi bercerita dan berargumen dengan menggunakan informasi yang berkaitan dengan sejarah.

Untuk dapat dipakai sebagai fakta sejarah, informasi di dalam buku ini mesti diuji dengan menggunakan bahan-bahan yang terpercaya mengenai masa-masa terakhir dari khilafah Turki Usmani.

Di akhir buku, dalam versi Arabnya, dapat dibaca:

لهذا فإنا ندعو كل مسلم في وسط هذا الكفر المتحكم في بلاد الإسلام، لأن يعمل لإقامة الخلافة طريقة لتحويل بلاده إلى دار إسلام، وتوحيدها مع غيرها من بلاد المسلمين، وأن يحمل الدعوة إلى العالم ابتغاء إظهار الإسلام، وأن يردد بإيمان صادق، واستنارة ووعي، قول الرسول - صلى الله عليه وسلم -: «والله لو وضعوا الشمس في يميني والقمر في يساري على أن أترك هذا الأمر حتى يظهره الله أو أهلك فيه ما تركته». وقوله عليه السلام: «فوا لله لا أزال أجاهد على الذي بعثني الله به حتى يظهره الله أو تنفرد هذه السالفة.»
رجب سنة 1382 هجرية
كانون الأول (ديسمبر) سنة 1962 ميلادية

(Karena hal ini, yakni tegaknya Islam atau mati demi menegakkan Isam, kami mengajak setiap Muslim di tengah kekufuran yang merajalela di negara-negara Islam, untuk bekerja menegakkan khilafah sebagai jalan untuk mengubah negara-negaranya menjadi negeri Islam, menyatukannya dengan negara-negara Muslimin lain, melancarkan ajakan ke seluruh dunia agar Islam menang, dan mengulang-ulang dengan keimanan yang tulus, pencerahan dan kesadaran, sabda Rasulullah saw.: “Demi Allah, seandainya mereka menaruh matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan ini, aku tidak akan meninggalkannya, sampai Allah memenangkannya atau aku mati di dalam memperjuangkannya,” dan sabdanya, “Demi Allah, aku akan terus berjuang menegakkan apa yang dengannya Allah mengutusku sampai Allah memenangkannya atau sampai maut menjemputku.”

Hadisnya memang terdapat dalam beberapa kitab hadis, tetapi analisis dan penyimpulannya banyak mengandung kelemahan.

Apakah situasi kita mirip dengan situasi Nabi ketika menyebarkan Islam di Mekkah? Benarkah kekufuran merajalela di negeri-negeri Islam? Apakah pilihan lain tidak ada? Apakah kemenangan politik orang Islam berarti kemenangan Islam? Enzovoort, etcetera, daseterusnya, lan saklajengipun.

Sumber : Status Facebook Nun Alqolam

Thursday, August 6, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: