Hati-Hati Bermedia

ilustrasi
Oleh : Muhammad Jawy
 
Dalam sebuah wawancara dengan harian Kompas, saya ditanya apa seharusnya peran media untuk meredam penyebaran hoaks di Indonesia.
 
Saya menjawab, hoaks massif tersebar di Indonesia, salah satunya karena peran media itu sendiri. Misalnya, media masih sering memberi panggung kepada orang yang asal populer, meskipun nalar ilmiahnya sangat lemah, karena si orang itu, mampu menciptakan keriuhan, pro kontra. Ya memang dapat trafik lebih biasanya, tapi apakah itu etis? 
 
Media kadang justru menjadi amplifikasi atas para buzzer atau influencer medsos yang sesungguhnya tidak selayaknya terlalu sering diberi panggung, karena masih ada banyak warga Indonesia lain yang jauh lebih kompeten untuk mengedukasi publik.
Jadi saran saya, media selektiflah ketika mencari narasumber, punya peta narasumber yang luas. Jangan ambil narasumber yang sekadar populer terapi argumennya Zonk. Karena hal ini justru menambah kerusakan bagi masyarakat yang semakin terbelah dalam fanatisme politik yang overdosis.
 
Karena narasumber yang berkompeten sangatlah banyak, baik itu praktisi, akademisi. Kepada merekalah media lebih layak untuk bersinergi supaya publik yakin bahwa media betul merupakan salah satu pilar demokrasi yang berorientasi pencerahan.
 
Sumber : Status Facebook Muhammad Jawy
Saturday, June 22, 2019 - 15:45
Kategori Rubrik: