Hasutan Itu Kian Mencekam

ilustrasi

RedaksiIndonesia-Membaca beberapa artikel yg makin berani menguak siapa PKI sebenarnya, jelas bahwa rencana luar bisa itu berhasil menggusur Soekarno, presiden yg dianggap kolot dan bengal oleh Amerika, disaat yg sama mereka mendapatkan the good boy utk melancarkan rencana besarnya menguasai SDA Indonesia bersama, ya mereka mengangkat Soeharto, sang *pemain* yg nafsunya melebihi iblis utk bisa brutal dan sadis.

Lepas dari penjajah dgn perjuangan yg melelahkan, Indonesia lgsg dikenal dunia karena si jenius Soekarno bgt flamboyan membawa Indonesia dimata dunia, sayang dia tak mau diatur Amerika, maka dia menjadi korban konspirasi antara Amerika dan pengkhianat bangsa, prajurit bekas Knil dijadikan cindil nya Amerika, dan kelak dia memamah bangsanya sampai ke tulang sumsumnya, dia tak segan membunuh bhkn kawannya yg bgt banyak dikorbankannya demi nafsu bejadnya.

Kita lewatkan bahasan ttg kebiadaban dibalik cerita PKI, karena ribuan dokumen telah ada utk membuka fakta bahwa kejadian itu ada, dan diadakan atas pesanan.

Sekarang kita tarik benang merahnya antara pasca kejatuhan Soeharto sampai Indonesia skrg dan reaksi keluarganya serta para teman yg terbiasa menikmati hasil jarahan. Kebiasaan itu tidak serta merta bisa dilupakan begitu saja, kemudahan menjarah dan memerah kekayaan negara begitu menggiurkan dan menggairahkan, shg keterhentian itu akan mereka lawan dgn jalan apa saja utk bisa kembali berkuasa.

22 thn sejak kejatuhan orba mereka sudah mencoba bbrp kali bangkit namun masih terengah, Habibie mereka habisi dgn menolak laporan pertanggung jawabannya, Gusdur mereka gusur dgn memakzulkannya, Mega dibiarkan sementara, dan SBY membuat mereka lega karena sama DNA nya, lihat apa yg dibuatnya, Freeport tetap nyokot, Pertamina tetap dipiara jd penderma, BUMN dijadikan sapi piaraan bersama dan CENDANA merasa aman krn bisnisnya berjalan tak ada gangguan, termasuk Petral yg tetap kenyal.

Sampai satu hari Tuhan mengirimkan Jokowi agar negeri ini bisa di perbaiki, dan kemudian terjadilah kegaduhan yg terus direncanakan, seolah Indonesia hanya akan bisa baik ditangan para pencabik. Jokowi membangun pondasi baru utk Indonesia dgn sekuat tenaga bersamaan dgn kuatnya gangguan dari para mucikari Cendana serta politisi berhidung babi.

Atas dasar tidak mau kehilangan dari apa yg sudah pernah mereka dapatkan, Cendana dan kroninya akan terus berusaha mengambil kembali kekuasaan atau minimal sebuah kekuatan utk mengatur pemerintahan. Cendana punya dana dan masih berpengaruh utk membuat keruh, mudah buat mereka merekrut siapa saja termasuk Arab kawe yg mengaku keturunan nabi, kelakuan gali. Sayang banyak orang terkesima dan menjadi pengikutnya karena orang Arab dianggap semua beradab walau sejatinya biadab.

Apa yg terjadi sekarang, selama Jokowi memimpin negeri ini, mereka tak henti menakut-nakuti rakyat, bahkan tak segan membuat kekalutan dan ancaman. Isu PKI terus dihembuskan nyaris 10 thn ini, kenapa PKI bangkitnya kelamaan setelah 22 tahun mati, kenapa tidak ada sebelum ini, pastilah tidak karena mereka terjaga eksistensinya, kecuali Jokowi yg membuat mereka prustrasi.

Kembali kepada Arab kawe, mereka ini Arab urusan usus dua belas jari, fulus yg dicari, mereka tak peduli ini negeri mau jadi santapan gali asal mereka bisa makan tiap hari semua diatur, tapi kaum idiot terkesima mereka lagi maki-makipun dikira baca doa karena agamanya pakai bahasa Arab semua, padahal Iqra' saja mereka tak tau artinya, makanya bertakbir sambil memaki, mereka pikir Tuhan bisu tuli, sampai mereka lupa sang Maha itu selalu hadir dalam kebaikan bukan pada suara makian.

Membaca tulisan Indra Ganie, dan peringatan mantan KABIN Hendropriyono bahwa keturunan Arab di Indonesia jangan jadi provokator, kita harus sadar dgn nalar yg benar, bhw apa yg terucap diatas adalah fakta, kita telah diprovokasi oleh mereka yg dimanfaatkan Cendana, dan kepentingan lainnya, tapi semua sumber dananya sama.Kita nyaris selalu berbenturan antar umat dan membuat negara ini rentan karenanya.

Tulisan Indra Ganie mengingatkan kita, secara tidak sadar kita telah dijajah oleh imperialisme Asia Barat ( Arab ) melalui selimut agama. Begitu hebatnya kita menghormati mereka, seolah semua Arab keturunan nabi, lagian kalau keturunan nabi mang kenapa, karena keturunan tidak bisa menutup kebejatan. Mereka telah menyesatkan pikiran kita begitu lama, semua yg berbau barat dikatakan produk kafir, kita hanya disuguhi kurma dan kencing unta.

Awal 70an santer isu kristenisasi, itu salah satu cara mereka menjauhkan kita dari peradaban barat, kenapa, karena disana pesat ilmu berkembang sementara Arab hanya jualan lambang pedang. Sekarang malah kebalik mereka mengekspor gamis dan jenggot kemari, mereka sendiri beli jas dan dasi pergi rekreasi ke Itali. Kita dihasut jangan dekat ke China, negara asalnya malah hutang ama China, sementara kita disini tiap hari menyanjung Arab cilaka. Ada yg salah dengan kita, iya kita salah kurang bisa baca tulisannya, apalagi artinya, makanya kalau sudah pakai bahasa antum, ente, serasa sudah menjadi penghuni surga.

Bak kata Didi Kempot, naneme pari jebule seng tukul rumput teki. Berharap keturunan Arab membawa agama utk kedamain dan toleransi, yang diajarkan malah amarah dan caci-maki, terus kita masih yakin mereka keturunan nabi, sayang otak kita sudah dikebiri, perlahan tapi pasti negeri ini digerogoti, diancam oleh kerusuhan dan berujung kehancuran.

INGAT BILA DIBIARKAN FEODALIS ARAB BERKEDOK AGAMA INI AKAN MENGHANCURKAN NEGERI INI, MEREKA ADALAH PASUKAN BAYARAN ORBA BERJUBAH AGAMA, KITA HARUS LAWAN MEREKA KALAU TAK INGIN ADA CATATAN SEJARAH DITANAH INI "BEKAS INDONESIA", CENDANA ADALAH MUSUH BERSAMA TERMASUK SIAPA SAJA YG TERLIBAT DIDALAMNYA. KITA LAWAN MEREKA, KARENA YG PKI BENERAN ITU MEREKA !!!

Sumber : FP Media Hijau Nusantara

Thursday, July 30, 2020 - 09:45
Kategori Rubrik: