Hastag Uninstall Traveloka Dikomando

Ilustrasi

Oleh : Awan Kurniawan

Foto saya dapatkan dari wall om Erri Subakti Ini adalah tampilan engangement ajakan dari buzzer untuk meng #Uninstalltraveloka di Twitter. Ditemukan fakta bahwa ratusan, atau duaratusan lebih cuitan untuk #Uninstalltraveloka berasal dari titik yang sama. Artinya memang ada upaya sistematis ada yang menggerakan bukan aksi spontan.

Entah apa yang ada d otak mereka, padahal para tamu yang hadir dalam acara Kanisius tersebut bersaksi bahwa bos Traveloka Derianto Kusuma tidak hadir dalam aksi tersebut. Derianto di sebut dalam bantahan pihak Traveloka sedang bepergian dinas keluar Jakarta ( konon dari sumber lain sedang berkunjung ke Amerika). Jadi bisa dipastikan bahwa tagar #Uninstalltraveloka itu hadir dari sebuah hoax.

Saya tidak tahu motif mereka apa membuat gerakan boikot tersebut. Sekedar anda tahu, di tahun 2015, aplikasi Traveloka telah diunduh hingga 6 juta kali, yang menjadikan aplikasi Traveloka sebagai aplikasi terpopuler di App Store maupun Play Store pada kategori travel.

Bulan April lalu, total pengunjung situs Traveloka berjumlah 15,2 juta – tertinggi diantara online travel web di Indonesia; dan diatas trafik Tiket.com – pesaing dekat mereka. Artinya visitor harian mereka berjumlah lebih dari 500 ribu orang. Sebuah angka yang amat impresif untuk situs yang baru berdiri 5 tahun lalu.Sementara angka yang mendownload aplikasi mobile Traveloka telah tembus angka lebih dari 10 juta kali.

Dan ini juga anda wajib tahu, hari ini Sektor pariwisata nasional menjadi primadona baru bagi pembangunan nasional.Pariwisata menjadi penyumbang devisa eksport negara terbesar kedua setelah CPO. Peningkatan Devisa Pariwisata ini di dukung salah satunya dengan kehadiran starup seperti Traveloka. Badan Pusat Statistik juga melaporkan bahwa kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB Indonesia meningkat dalam lima tahun terakhir, dari Rp 261,05 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 461,36 triliun pada 2016.Tahun 2017 Limpahan dolar datang dari uang belanja jutaan turis asing yang melancong ke negeri ini. Total ada Rp 190 triliun yang masuk karena wisman, dan memberikan multiplier effect yang sangat besar bagi penciptaan lapangan kerja dan ekonomi lokal.

Star up ini secara gencar mempromosikan destinasi wisata di Indonesia. Traveloka juga belum lama ini menggandeng BUMN Perbankan dengan menggelar program tiket murah ‘Jelajahi Keindahan Indonesia’ dan luncurkan program promosi 10 destinasi wisata prioritas. Saya tidak berniat membela Traveloka, tapi yang ingin kita bela adalah pikiran waras dan kepentingan pendapatan negara.

Entah dalil moralitas mana yang membolehkan Hoax mematikan usaha orang dan terlebih merugikan bangsanya. Atas nama kedunguan Anda membuat negara ini berpotensi kehilangan sumber pendapatannya, Anda tidak waras!

Sumber : Status Facebook Awan Kurniawan

Wednesday, November 15, 2017 - 18:45
Kategori Rubrik: