Harun Yahya dan Teori Evolusi

ilustrasi
Oleh : Ade Winata
Ada kesalahan berpikir yang fatal dikalangan awam, soal kata Teori.
Bagi orang awam, Teori itu tidak lebih dari sebuah pendapat atau bahkan gurauan yang dikatakan ama orang-orang pintar.
Padahal, Teori merupakan sebuah Hipotesis yang sudah terbukti kebenarannya.
Teori Evolusi, sebuah teori yang yang menjadi kerangka/model untuk melihat bagaimana suatu species ada dan juga menjawab Taxonomy dalam makhluk hidup.
Teori Evolusi, benar-benar tidak ada lawan sama sekali dari awal dicetuskan sampai saat ini, SEMUA PENELITIAN terbaru, semua bidang ilmu pengetahuan malah semakin menguatkan teori Evolusi ini.
Teori Evolusi bahkan bisa disejajarkan dengan Global Earth. Dia telah menjadi konsensus dikalangan ilmuawan. Diakui kebenarannya, kalau dalam Strata Hukum Islam, Ijma Ulama, sudah mentok level nya.
Nah sialnya, Teori Evolusi ini tidak bisa dicari-cari gimana pun nyambung nya dengan Agama.
Ada yang nyoba nyambungin, dengan bilang, oh Adam dan Hawa tidak melalui proses Evolusi, mereka alien dari surga, kalau gak salah ini dikatakan entah oleh Mufti Menk, atau Yassir Qadhi (saya lupa)
Cuma ya asbun, kalau manusia itu Alien, dia gak akan masuk Kingdom Animalia, dia bakal ada kingdom sendiri. Bentuk tubuh nya gak akan ada ciri-ciri binatang bertulang belakang, dia karakter nya pasti bukan mamalia yang menyusui., Dan DNA nya gak akan memiliki kesamaan dengan simpanse saudara sepupu paling dekat nya dari Afrika karena Homo Sapiens berasal dari Afrika.
Harun Yahya ?
Tidak perlu dibahas harusnya, semua isi buku nya tidak lebih dari sampah, yang hanya bisa dijual dikalangan Awam karena ketidak pahaman.
Lalu dengan Kreasionisme ?
Itu bukan teori, bahkan untuk menjadi Hipotesis pun gagal, anda lihat semua yang anti dengan teori evolusi, pasti melawannya hanya dengan permainan kata, seolah-olah mereka hidup dijaman Plato dan Aristoteles, padahal saat ini ilmu pengetahuan sudah jauh melampaui metode diskusi ala filsuf.
Disinilah kita perlu menjadi Sekuler, agar bisa memisahkan Agama dengan urusan Sains (publik). Karena agama yang berdasar Faith gak nyambung dengan sains yang berdasar Fact.
Dengan Sekuler, anda bisa menjadi rasional tanpa harus meninggalkan Agama
Sumber : Status Facebook Ade Winata
Thursday, January 14, 2021 - 07:15
Kategori Rubrik: