Hari Setelah Covid 19

ilustrasi

Oleh : Abdul Munib

Hari setelah Covid-19 adalah skema industri besar vaksin. Ruang imigrasi di perbatasan antarnegara sibuk memeriksa chips keluaran Mikrosoft sebagai tanda legal bebas Covid-19. Yang kelas miskin tak bisa beli vaksin dan chips, tinggal saja di rumah karena imigrasi dan petugas bandara akan menahannya di ruang pemeriksaan.
Kalau chips anda sudah ada ditangan mereka, artinya ubun-ubun juga ada di genggaman mereka.

Dan belum ada yang menjamin akan adanya hari setelah Covid-19. Kecuali kekhawatiran pandemi gelombang kedua, katiga atau entah keberapa. Banyak yang berharap virus ini jangang jadi endemik. Ia harus pergi, supaya orang kerja lagi. Tapi otoritas apa di muka bumi ini yang bisa beri jaminan ini.

Hari bersama Covid-19. Dahulu soal virus HIV-Aids dipopularkan kata ODHA (orang dengan HIV Aids). HiV-Aids bukan akhir dari segalanya. Dari pada nyuruh rakyat tinggal dirumah, batasi sana-sini ekonomi mati pemerintah tak mampu kasih makan, toh terinfeksi Covid-19 jalan terus, bisa jadi kadang benar kata WHO : Siap-siap hidup kedepan bersama Vovid-19.

Bagaimana hidup bersama Covid-19. Ya mencari cara menghindar sebaik mungkin agar tidak terkena. Mencari sebanyak mungkin metode penyembuhan bagi yang terinfeksi. Menyediakan ruang-ruang isolasi yang layak bagi terinfeksi. Membudayakan hidup sesuai protokol kesehatan, gaya hidup baru kita.

Daripada bingung seperti AS karena terlalu banyak pendapat. Buah Simalakama, mau mati Covid-19 atau mati kelaparan ?

Ini berita Contoh stressnya AS :
Steven Mnuchin Memperingatkan Kejatuhan Ekonomi AS
May 15, 2020 05:58 Asia/Jakarta
Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin
Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin
Epidemi Corona di Amerika Serikat sekarang mencakup semua aspek masyarakat Amerika, terutama sektor ekonomi. Dalam dimensi ekonomi, Amerika Serikat menghadapi krisis dan resesi terbesar dalam sejarahnya, dan indikator seperti tingkat pengangguran, penutupan pusat kerja, penurunan aktivitas perusahaan dan pabrik, dan lain-lain, begitu juga dengan kerugian ekonomi dalam sejarah negara ini yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kenyataan ini telah menyebabkan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin mengeluarkan peringatan serius. Ia memperingatkan pada hari Rabu (14/05/2020) tentang potensi kerusakan besar pada perekonomian negara karena penyebaran Corona.

"Jika Washington menunggu pembukaan kembali ekonomi karena virus Corona untuk waktu yang lama, ekonomi negara itu akan berada dalam bahaya keruntuhan," ungkap Mnuchin.

Kejatuhan ekonomi AS
Menteri Keuangan AS meramalkan bahwa negara itu akan menghadapi kondisi ekonomi "sangat sulit" pada kuartal berikutnya tahun ini, tetapi ia mengklaim bahwa jika ekonomi AS dibuka kembali dengan hati-hati, kinerja indikator berikutnya akan membaik. Mnuchin percaya bahwa penantian yang lama agar Corona musnah dapat membahayakan risiko keruntuhan ekonomi dan dampaknya terhadap keselamatan dan kesehatan. Pemerintah Trump mengklaim bahwa sektor ekonomi membutuhkan lebih banyak dukungan keuangan dan akan menghabiskan banyak uang untuk melakukannya.

Terlepas dari pendekatan pemerintah Trump, banyak pejabat senior pemerintah dan negara bagian menentang pembukaan kembali kegiatan ekonomi awal dan sembrono serta menyebutnya akan menciptakan gelombang kedua epidemi Corona di Amerika Serikat. Sebelumnya, Dr. Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular Amerika Serikat (NIAID) telah memperingatkan dampak pembukaan kembali ekonomi negara ini secara tergesa-gesa.

Mengingat bahwa Amerika Serikat menempati urutan pertama di dunia dalam bidang penularan virus Corona dan korban Covid-19, prognosisnya sekarang menunjukkan peningkatan signifikan dalam kematian akibat penyakit tersebut. Menurut Christopher Murray, Direktur Institut Kesehatan Metrik dan Evaluasi dari Universitas Washington, Amerika Serikat, "Angka kematian akibat virus Corona di Amerika Serikat bisa meningkat menjadi 147.000 hingga 4 Agustus 2020." Sementara itu, ada kekhawatiran yang berkembang tentang gelombang kedua wabah Corona di negara ini.

Sebaliknya, Presiden AS Donald Trump menyebut peringatan Fauci tentang pembukaan kembali kegiatan ekonomi AS mengejutkan. Sementara para kritikus mengatakan tujuan nyata Trump, serta pejabat pemerintah senior, adalah mendesak membuka kembali kegiatan ekonomi sesegera mungkin, mengingat sasaran kampanye Trump untuk pemilihan umum presiden November 2020. Bahkan, Trump dan penasihat utamanya telah bergeser dari manajemen krisis Crona, yang jelas gagal, ke pembukaan kembali ekonomi AS.

Mereka membenarkan perubahan dengan mengatakan ingin mencegah jatuhnya lebih lanjut ekonomi AS dan bersiap untuk menghadapi kambuhnya penyakit pada musim gugur 2020. Pemerintahan Trump mendesak rakyat Amerika untuk menerima peningkatan angka kematian sebagai harga yang harus mereka bayar untuk pembukaan kembali ekonomi AS.

Mengkritik kesalahan manajemen pemerintahan Trump terhadap Corona, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi menekankan bahwa Trump harus mengatakan yang sebenarnya tentang krisis Corona di Amerika Serikat dan membuat keputusan berdasarkan hal itu, alih-alih berbohong kepada rakyat Amerika.

Kemiskinan yang semakin meningkat di AS
Amerika Serikat sekarang menghadapi krisis dan resesi ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang hanya dialami selama krisis ekonomi 1929. Fenomena seperti krisis kelaparan dan pembentukan beberapa kilometer antrian untuk menerima makanan gratis, peningkatan signifikan angka kemiskinan dan tunawisma, akumulasi hutang kelas miskin dan menengah dan ketidakmampuan untuk membayarnya, mengakibatkan hilangnya rumah dan fasilitas tempat tinggal, meningkatnya protes sosial dan bahkan protes bersenjata yang telah menyebabkan peningkatan ketidakamanan sosial di negara ini.

Sumber : Status Facebook Abdul Munib

Monday, May 18, 2020 - 11:45
Kategori Rubrik: