Hari Ini, Presiden Kunjungi Lombok, Padahal Kalah Pilpres

ilustrasi

Oleh : Lalu Agus F Wirawan

Horeeee! Hari ini si kerempeng muka tukang bakso Solo itu datang lagi ke Lombok! 
Membalas cintanya pada orang Lombok dengan sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia!

Tak peduli orang NTB cuma memberinya 32% suara saja, hanya 4% meningkat dari perolehannya pada 2014 ketika berpasangan dengan Jusuf Kalla, seorang Karaeng yang telah juga teramat berjasa memperhatikan NTB pada saat sebelumnya ia mendampingi SBY...

Tak ada manusia yang dinista, dihina, dicaci dan dimaki sekeji yang dilakukan terhadap Jokowi dalam 5 tahun ini di Lombok. Jutaan bytes fitnah dan bermilyar galon sumpah serapah mewarnai gibah dari anak-anak kecil yang diajari orang tua mereka hingga para politisi dan tokoh lokal serta tak ketinggalan elite pendidikan yang berpredikat dosen, birokrat lokal yang hidup mewah dari menggarong uang rakyat turut serta memeriahkan tahun-tahun penuh hujatan terhadap lelaki kurus asal Solo yang tak pernah disangka-sangka jadi Ulil Amri (pelayan negeri) nya Indonesia itu....

Saya makan sahur agak awal dini hari ini, karena tak bisa tidur sejak tadi malam membayangkan kata maaf apalagi yang akan saya ungkapkan pada Presiden Jokowi nanti ketika bertemu beliau di Mandalika Resort Lombok Tengah!
Seorang sahabat di lingkar beliau meminta saya untuk standby di lokasi kunjungan presiden nanti, karena insyaallah katanya pak presiden berkenan bertemu kami, relawan yang sejak gempa Lombok Juli 2018 lalu berkutat dengan debu bangunan runtuh, mayat yang tertangisi, air bersih yang tiba-tiba langka, hingga listrik yang krisis akibat transmisinya hancur putus terkoyak goncangan bumi!

Tentu saya gembira dan bersyukur, karena dibalik kekecewaan hati menyaksikan minimnya peningkatan suara Jokowi di NTB pada Pilpres 2019 kemarin, Jokowi ternyata tetap saja Jokowi, manusia yang tak punya dendam ataupun mungkin juga tak punya rasa kecewa pada kami yang sudah 2 kali "menolak cinta" nya pada daerah termiskin nomor 4 di Indonesia ini! Tak cukup dengan menolak lamaran cintanya pada 2014 dan 2019, kami juga memfitnah, mencaci, memakinya seperti tak jemu-jemu!
Jokowi is Jokowi, "presiden beneran" Indonesia itu cuma punya 1 kata dalam nuraninya; KEADILAN....

Tapi aaahh.... tiba-tiba sedikit kecerahan menyeruak dalam hati saya ketika melihat grafik perolehan suara Pilpres di desa-desa yang kami relawan Jokowi bantu bangun instalasi air bersih bertenaga matahari di lokasi terparah gempa itu...
Di hampir semua desa di Kecamatan Bayan dan Tanjung tempat dimana kami berjibaku dengan kondisi alam yang kering dan panas, Jokowi memenangkan suara rakyat dengan prosentase yang teramat mencengangkan diatas 60% !!!

Berbanding terbalik dengan Desa, Kelurahan, Kecamatan tempat asal para tokoh NTB yang katanya mendukung Jokowi-Ma'ruf. Demikian pula dengan tempat asal caleg parpol koalisi Jokowi yang berhasil lolos ke Senayan! Di kampung para tokoh dan Caleg sukses itu, suara Jokowi malah hampir NOL KOMA !!!

Saya harus pamit shalat Subuh dulu, rencananya kalau nanti bertemu TGB di Bandara, saya akan bilang begini....
"Ternyata Pak Jokowi benar, Tuan Guru, kampanye itu tak perlu ruwet-ruwet dan mahal, cukup 1 kata yang dilakukan berulang ulang....KERJA KERJA dan KERJA.... maka rakyat akan sadar betapa besarnya cinta Jokowi pada mereka"

NAWAITU SHAUMAGADIN AN' ADA'I FARDI SAHRI RAMADHANA, HAZZIHISSANATI LILLAHI TA'ALA

Lombok Utara, 1705 2019

Sumber : Status Facebook Lalu Agus F Wirawan

Friday, May 17, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: