Harga Telur Naik Nyalahkan Pemerintah, Dasar Cemen!

Oleh : Mimi Hilzah

Kamu yang harga telur naik lalu tiap waktu butuh curhat marah-marah, nyalah-nyalahin pemerintah. Memangnya konsumsi telur per hari berapa butir?

Saya beritahu, ya... Di dapur kami setiap hari harus siap sekian rak telur. Ndak bisa nyetok banyak selagi harga stabil karena aturannya kami cuma pakai telur yang fresh. Fresh dari penyuplai telur bukan yang disimpan dalam lemari pendingin. Sering harga telur naik ya harus tetap beli. Ndak bisa dicarikan ganti alternatif lain seperti konsumsi rumah tangga, misal ke tempe atau tahu.

Trus ada pernah kamu lihat saya panjang lebar ngomel-ngomelin pemerintah? Ada gitu harga kue dari dapur kami tiba-tiba ikutan naik? Ndak toh?

Penjualan bagaimana, Mak? Ya sesuai ikhtiar saja. Bisnis itu banyak tantangannya, pikirkan, cari caranya lalu kerjakan. Mengeluh dan misuh-misuh tidak bakal membuat keadaan jadi lebih baik. Bulan ini keuntungan menyusut, ya ndak apa-apa, toh bulan depan masih ada harapan. Harga telur naik itu karena pasokan telur berkurang. Hukum ekonominya jika permintaan meningkat sementara pasokan kurang, ya pengaruhnya ke harga. Begitu sederhananya, mbakyu.

Hidup bukan jalan tol yang mulus, lancar dan bebas hambatan. Dan terpikir ndak? Ternyata sungguh cemen sekali standar bahagia orang-orang yang semua-semua aspek hidupnya harus minta tanggung jawab pemerintah.

Ojo nesuan

Sumber : facebook Sahat Siagian

Monday, July 16, 2018 - 12:30
Kategori Rubrik: