Harga Rapid Test Turun, PCR Kapan?

ilustrasi

Oleh : Nurul Indra

Rapid Test (RT) antibody Covid 19 dijadikan sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan penularan Covid 19, disamping test PCR, memakai masker dan jaga jarak. Tentu pemakaiannya harus sesuai standar, kan?

Misal, pakai masker itu biar efektif(mencegah penularan virus, bukan mencegah debu) itu harus masker bedah, dipakai nutup mulut dan hidung oleh orang sakit. Percuma mencegah penularan virus dari orang sakit kalau hanya pakai masker kain, atau pake masker bedah hanya dibawah dagu.

Begitupun dengan RT antibody, jika tujuannya untuk pencegahan penularan, harusnya dilakukan 5-14 hari sekali karena antibodi untuk penularan pertama akan terbentuk setelah 5-14 hari terpapar. Jadi, jika hasil RT antibodi digunakan sebagai syarat melakukan perjalanan ke luar kota seharusnya dilakukan 2 kali yaitu 14 hari sebelum tanggal keberangkatan (ambil waktu terlama) dan di hari yang sama sebelum jam keberangkatan. Masa berlaku RT antibodi yang diambil beberapa jm sebelum berangkat itu seharusnya hanya 5 hari (di sini ambil waktu tercepat) .

 

Percuma kalau dilakukan 1-2 hari sebelum berangkat saja, karena bisa jadi kita baru terpapar sehari sebelum RT jadi belum terbaca, kecuali kalau sudah pernah terpapar sebelumnya.

Masa berlaku hasil uji tersebut sifatnya baku, seharusnya bukan sesuatu hal yang bisa ditawar-tawar jika tujuannya untuk mencegah penularan. Kecuali hanya syarat formalitas belaka.

Bahkan, soal harga saja (RT dan PCR) masih bisa ditawar-tawar. Harga tiap rumah sakit beda-beda. Selisihnya gede, sampai harus dibuatkan harga standar harga untuk RT antibodi. Kayak bisnis atau jualan aja.

Lumayan lah udah jalan 2 bulan, udah untung berapa tuh.

https://coronavirusexplained.ukri.org/en/article/vdt0006/

https://www.abbexa.com/coronavirus-covid-19-test

https://m.detik.com/…/kemenkes-keluarkan-edaran-tarif-terti…

Sumber : Status Facebook Nurul Indra

Thursday, July 9, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: