Harga Perdamaian

Oleh: Ustad Abu Janda Al Boliwudi
 

Harga perdamaian itu MAHAL! ..tidak ada diskon tidak ada tawar-menawar dalam keikhlasan membela keutuhan NKRI dari upaya pembenturan umat & provokasi konflik yang nyata, sistematis, terstruktur & massif.

Apalagi saat Timur Tengah (tempat kelahiran Islam) sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan pencitraan "Islam keras haus darah", tentunya tidak akan rela bila Indonesia MELAWAN ARUS mengkampanyekan "Islam damai".

Para penyandang dana akan mengerahkan seluruh daya & upaya untuk "menyelaraskan" Muslim Indonesia agar sinkron dengan agenda perang di Timur Tengah. Negara Arab sponsor terorisme gelontorkan juta'an Riyal untuk "menyulap" Muslim tanah air jadi mesin pembunuh.

Persatuan, kerukunan, perdamaian..
hukumnya menjadi HARAM!

Muslim cinta persatuan SESAT!
Muslim cinta kerukunan KAFIR!
Muslim cinta perdamaian MURTAD!

Jadi tidak usah aneh ketika seorang ulama lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir bergelar PROFESOR DOKTOR yang telah menulis belasan buku Tafsir Al-Quran disebut "SESAT" karena menyerukan pedamaian umat Sunni & Syiah.

Tidak usah aneh ketika seorang cendikia lulusan terbaik Universitas King Abdul Aziz Saudi yang juga bergelar PROFESOR DOKTOR pemimpin jama'ah Islam terbesar dunia dituduh "SYIAH" karena menolak Khilafah.

Tidak usah aneh ketika seorang Ustadz selebriti TV cerdas nan bertalenta dihina dengan sebutan "GADUNGAN" dan dibully habis-habisan karena berani mengkritik politisasi Islam saat Pilkada.

Tidak usah aneh ketika seorang ulama besar dunia GRAND SYEKH Al-Azhar yang juga bergelar Profesor Doktor difitnah sebagai "PAUS MISIONARIS" karena menyerukan persaudaraan Sunni & Syiah.

Mereka bernama Quraish Shihab, Said AqIl, Nur Maulana & Ahmad Ath-Thayyeb.. dan mereka telah merasakan betapa mahalnya harga perdamaian.

Karena mereka menentang AGENDA PERANG Timur Tengah yang memerlukan pasukan Muslim ZOMBIE haus darah untuk direkrut dikirim ke medan-medan tempur di Suriah & Irak.

Karena mereka bisa berpotensi MENGGAGALKAN investasi juta'an Riyal yang telah digelontorkan untuk program cuci otak Muslim Indonesia agar mau dibodohi menjadi "Askar" berani mati.

Jadi tidak usah aneh bila Ustad Abu Janda yang pernah mondok di Thoriqot Naqshabandi bertahun-tahun belajar Tasawuf dituduh "CINA KAPIR KRESTEN SYIAH" karena sering membongkar semua fakta yang telah dipaparkan ini..

Karena mereka takut bila umat cerdas, tidak ada lagi yang mau dibodohi MATI SANGIT di Timur Tengah.. itu saja sih masalahnya.

Ustad Abu Janda al-Boliwudi
( ASWAJALOGI ARMY )

Thursday, March 10, 2016 - 13:45
Kategori Rubrik: