Harga Kebahagiaan Yang Salah

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Setiap tahun pengguna narkoba membelanjakan uang untuk kecanduannya sebesar Rp 72 triliun. Lembaga survei internasional Havocsope, melaporkan bahwa Indonesia masuk rangking 12 ( sedikit di bawah Turki yang masuk rangking 10 ) dunia dalam hal belanja prostitusi, yaitu USD 2,2 miliar per tahun atau Rp. 30 triliun. Saya tidak akan membahas mengapa Turki lebih banyak belanja prostitusi nya di bandingkan Indonesia padahal penduduk Indonesia lebih banyak dari Turki. Dan Spanyol masuk rangking dua dunia (setelah China ) dengan belanja prostitusi USD 26,5 miliar atau Rp 330 triliun. Spanyol sekarang termasuk negara gagal bayar utang.

Saya hanya akan mengkalkulasi uang sebesar Rp 102 triliun itu kalau di gunakan untuk hal yang benar untuk jalan yang benar dan bermoral. Kalau di salurkan untuk beasiswa mahasiswa miskin maka uang sebanyak itu bisa memberikan Rp 100 juta rupiah kepada setiap mahasiswa untuk menyelesaikan sampai S 1 dan itu menjangkau 1 juta mahasiswa. Dahsyatkan!

Kalau uang sebanyak itu di gunakan untuk bangun panti asuhan maka bisa membangun 100.000 panti asuhan dengan anggaran setiap panti Rp. 1 miliar rupiah. Kalau uang sebanyak itu di pakai untuk bangun MRT maka bisa bangun 10 MRT di sepuluh kota besar. Kalau di bangun kebun Aren maka bisa seluas 1 juta hektar dengan nilai produksi Rp 120 trliiun pertahun , menampung 3 juta angkatan kerja. Dan lain lain

Begitu besar dana yang hilang sia sia , yang justru menimbulkan penyakit sosial di tengah masyarakat dan penyakit phisik bagi pelaku maksiat itu. Setiap tahun ratusan triliun rupiah uang terbuang begitu saja untuk menempuh jalan yang tidak benar. Di sisi lain banyak tanggung jawab sosial kepada kaum miskin dan anak yatim sulit di laksanakan karena uang tidak cukup. Begitu banyak peluang bisnis yang bisa menyerap angkatan kerja luas , terkendala karena uang tidak cukup.

Sebetulnya kemakmuran itu sudah lama ada di negeri ini tapi semua terbuang begitu saja karena rusaknya akhlak dan demoralisasi terjadi karena budaya brengsek dan agama tidak diyakini sebagai jalan hidup yang benar. Budaya hanya ada dalam seremonial dan agama hanya ada dalam simbol. Pedahal kekuatan bangsa ini ada karena KeTuhanan Yang Maha Esa dengan dasar kemanusiaan yang adil dan beradap. Bagaimana kita bisa berlaku adil kepada orang lain , kepada diri sendiri saja kita zolim dengan perbuatan maksiat.

Anak ku... Perangilah nafsu mu agar kamu tahu betapa bernilainya kamu sebagai manusia. Karena kamu adalah makhluk terbaik yang di ciptakan Tuhan. Kamu adalah pemimpin bumi dan bertanggung jawab memakmurkan bumi. Perbaiki lah akhlak dan teruslah berjuang sepanjang usia agar kamu kembali dengan sebaik baiknya kesudahan.

Pahamkan sayang**

Sumber : Facebook Erizeli Jely Bandaro

Tuesday, August 23, 2016 - 10:15
Kategori Rubrik: