Haram

ilustrasi

Oleh : Djati Erna Sahara

Telah mencuat wacana Catur haram, yg alasannya buang2 waktu percuma...

Tunggu dulu tong!
Setau saya.... haram itu muncul untuk mencegah muslim melakukan sesuatu yang dampaknya bisa MERUGIKAN DIRI SENDIRI, baik yang mempengaruhi TUBUH dalam jangka pendek dan panjang, juga merugikan orang lain.

Contohnya mengkonsumsi MIRASANTIKA Selain menyebabkan penyakit dan kematian bagi penggunanya, juga merugikan orang2 di dekatnya.

MUi pernah juga mengeluarkan FATWA haram utk Rokok, namun.... kajian2 tentang manfaat dan mudhorotnya Rokok masih dualisme, sehingga umat Islam pun sebagian besar masih merokok dengan nyaman, tanpa takut masuk neraka....

Kenapa fatwa merokok masih dualisme dikalangan Ulama2 Tanah air? Sebab tuduhan mudhorotnya rokok hampir tidak bisa dibuktikan oleh perokok2 yang masih sehat meski usianya telah melebihi usia lansia. Tidak hanya satu dua perokok aktif usia 60an yg masih segar bugar, namun sangat banyak, dan bukti tsb telah mematahkan TUDUHAN BAHWA ROKOK MENYEBABKAN KEMATIAN.

Sementara seluruh ilmuwan bidang kesehatan, masih kompak mengatakan bahwa Rokok efeknya sangat banyak yg semuanya merugikan kesehatan. Impotensi, mandul, kanker, jantung, hipertensi, dsb. Namun fakta2 lapangan justru perokok aktif lebih banyak yang segar bugar, ketimbang yang sakit. Malah non perokoklah yang terkena penyakit2 tsb.

Nah, mengeluarkan fatwa HARAM ini tidak bisa seenak jidatnya, meski pembuat fatwa tsb tinggi ilmu agamanya. MUI saja sering gak digubris... padahal di MUI itu, ulama2 nya rata2 berilmu tinggi dan mumpuni. Contohnya pengharaman ROKOK itu tadi, dan beberapa fatwa2 haram lainnya.

Kalau soal CATUR, saya ini pemain catur sejak SD kelas 2, dan juara catur tingkat pelajar se DKI kala itu. Hanya saja saya tidak lanjutkan bakat bermain catur saya sampai ke tingkat nasional, karena tidak ada support dari ortu saya. Usia 7 tahun, kepala sekolah SD di mana saya sekolah sampai angkat tangan setelah 10x bertanding melawan saya dan kalah terus.

Saya cukup heran dg wacana pengharaman catur ini, sebab saya yakin catur tidak menimbulkan dampak negatif, justru bisa meningkatkan kecerdasan dan kesabaran kita.

Kalau buang2 waktu diharamkan, kenapa tidak MENGHARAMKAN MEMANCING? Jelas banget itu pekerjaan yg buang2 waktu.
Banyak kok pekerjaan BUANG2 WAKTU yang dilakukan umat, seperti
1. TENGAK TENGUK di dalam kakus....
2. Ngantri di bank atau loket di kelurahan
3. Bengong lanjut molor saat rapat di DPR
4. Main kartu
5. Ngabuburit nungguin buka puasa
6. Baca status FB
7. Ngetwit
8. Ke warnet
9. Kongkow2 bareng
10. Nonton bola atau konser
11. Nonton tipi, dll

Nah, kalau buang2 waktu diharamkan dijadikan alasan pengharaman CATUR, maka akan banyak game, dan hobi yang terseret2 ikut DIHARAMKAN....

Lagipula, CATUR atau game manual lainnya, efeknya gak seperti NARKOBA.... harusnya ustadz2 tsb paham hal itu, supaya gak mengada2kan perkara haram.

Kenapa gak coba menganalisa perihal CERAMAH RASIS yg banyak terjadi akhir2 ini.... bukankah itu juga menyebabkan dualisme pendapat yg justru lebih banyak penolaknya ketimbang yg setuju?

Dari semua ulama yg ada di Indonesia... kita sekarang bisa menandai... mana ulama yg SUKA BUAT FATWA HARAM yang rata2 Pendukung demo radikal.. dan mana ulama2 yang santun memberikan tausiah utk memperbaiki ahlak umat dan mengajari beribadah sesuai apa yg dilakukan Rasulullah saw.

Inilah beda antara ulama yg cuma suka membuat was was umat yg ternyata juga hobi MENGHARAMKAN.... dengan ulama yang sibuk menentramkan hati umat agar selalu merunduk dan lemah lembut.....

Jumah Mubarrak!

Sumber : Status Facebook Djati Erna Sahara

Friday, November 22, 2019 - 13:15
Kategori Rubrik: