Hapal Kitab Suci Di Negeri Religi

Ilustrasi

Oleh : Arif Prihantoro

Kemarin seharian saya ngantar anak ke RS. Sepanjang perjalanan menuju RS dan selama menunggu antrian dokter, anak saya baca Al Qur'an yg tidak pernah lepas dari genggamannya. Maklum anak pondok, dia memang sedang menghafalkan ayat2 kitab suci kami. Sementara saya pada saat yg sama hanya menghafalkan halaman demi halaman Majalah Tempo.

Mudah2an anak saya kelak bisa diterima di Universitas Negeri karena kemampuannya menghafal kitab suci dalam bahasa Arab, bukan karena kepandaiannya dalam bidang study yg diminatinya. Dan semoga anak2 yg beragama lain jg bisa diterima di Universitas negeri bukan karena kepandaiannya dalam bidang study yg diminatinya, tetapi karena kemampuannya menghafal kitab suci dalam bahasa asalnya. Yang Kristen pandai menghafal Injil dalam Ibrani. Yang Hindu pandai menghafal Weda dalam bahasa Sansekerta. Dan yang Buddha pandai menghafal Tripitaka dalam bahasa Pali.

Mudah2an pula kelak di semua Universitas Negeri riuh anak2 berbahasa percakapan menggunakan bahasa Arab, Ibrani, Sansekerta dan Pali, serta bahasa Mandarin. Sungguh meriah nampaknya jika mereka yg beragama berbeda bercakap dengan menggunakan bahasa kitab suci masing2. Si muslim bercakap menggunakan bahasa Arab, oleh si Kristen dijawab dengan menggunakan bahasa Ibrani. Si muslim bercakap menggunakan bahasa Arab dijawab oleh si Hindu dengan menggunakan bahasa Sansekerta. Si muslim bercakap dengan menggunakan bahasa Arab dijawab oleh si Buddha dengan menggunakan bahasa Pali. Dan sebaliknya.

Kelak akan kaya sekali kampus di negeriku dengan berbagai bahasa kitab suci. Di ruang kelas pun tentunya akan tersedia translator device utk masing2 pemeluk agama, untuk digunakan sbg penerjemah apa yg disampaikan oleh dosen2 dalam bahasa Indonesia.

Yang menjadi harapan saya terutama adalah mereka akan saling nasehat menasehati antar pemeluk agama dengan menggunakan bahasa kitab sucinya masing2, sehingga kampus2 negeri ini akan semakin menjadi kampus2 yg religius. Semoga dengan demikian negeri ini akan semakin menjadi negeri yg religius untuk bersaing dengan negeri2 lain yg semakin maju dalam bidang teknologi. Negeri2 lain memiliki positioning dalam kemapanan teknologi. Negeri kita akan memilki positioning dalam kemapanan religi.

Negeri kita memang sungguh berbeda.

Sumber : Status Facebook Muhammad Zazuli

Sunday, November 5, 2017 - 12:30
Kategori Rubrik: