Hanya Tuhan Yang tahu, Anies Mau Belok Kemana

Oleh : Eko Kunthadi

"Kita menolak reklamasi," ujar Anies, dalam panggung debat kampanye DKI Jakarta, putaran pertama. "Cuma kami yang secara tegas menolak reklamasi," ujarnya lagi pada acara kampanye di Cilincing, Jakarta Utara.

Tampaknya Anies sangat yakin dengan statemennya itu. Di media sosial pendukungnya juga meramaikan isu reklamasi. Mereka membanggakan Cagubnya terang-terangan berani menolak reklamasi.

Tapi itu omongan Anies pada kampanye putaran pertama. Ketika memasuki putaran kedua, suaranya berubah. Kini dia menyatakan, soal reklamasi pihaknya akan mengikuti aturan. Bahasa gampangnya : Reklamasi ya, monggo.

Reklamasi memang termasuk isu seksi untuk menarik suara. Hal ini diakui oleh Eep Saufullah Fatah, konsultan politik Anies-Sandi, seperti ditulis Kompas. Artinya Anies memang hanya menjadikan isu reklamasi sebagai sarana menjaring suara.

Jika sekarang pernyataannya berubah, mungkin saja karena ada perubahan kondisi. Setidaknya setelah berhasil menggaet suara masyarakat dengan tolak reklamasi, kini Anies juga tidak mau kehilangan suara dari pengembang besar yang berkepentingan terhadap kelanjutan proyek itu.

Tampaknya ini dilakukan untuk meraih simpati pengembang. Jangan lupa, raksasa-raksasa pengembang yang mendapat lisensi reklamasi 17 pulau di Jakarta, pasti juga punya kekuatan untuk mempengaruhi peta suara. Juga punya dana.

Jadi pertanyaanya, sebetulnya Anies-Sandi itu menolak reklamasi atau malah mendukung? Tidak ada yang tahu.

Sama seperti program rumah tanpa DP, tidak ada yang tahu pasti apa maksudnya. DP persen-kah? DP nol rupiah-kah? Atau DP dibayar Pemda? Atau ujung-ujungnya membangun rumah susun, seperti yang sudah dilakukan Gubernur sebelumnya. Entahlah.

Atau ada banyak pertanyaan, apakah Anies-Sandi akan membuat Jakarta sebagai kota syariah? Kita juga tidak tahu. Kemarin sesama tim Anies ribut keras mengenai perkara ini. Ada yang bilang Anies-Sandi akan mensyariahkan Jakarta. Ada yang menolaknya.

Jika diantara mereka sendiri saja masih ribut apa sebetulnya program Anies-Sandi, bagaimana rakyat awam mau mengetahuinya?

Saya sendiri mengapresiasi pendukung Anies-Sandi yang saling berbantahan di twiter kemarin. Sebab dengan begitu mereka masih berfikir bahwa slogan kampanye ada hubungannya dengan program kerja Anies-Sandi jika terpilih.

Artinya mereka masih berfikir, jika Anies berkata A, maka A itu pula yang akan dilakukannya nanti. Makanya mereka ribut tentang Jakarta bersyariah.

Padahal kenapa harus ribut, sih? Bukankah kampanye hanya sarana jualan omong? Sementara realisasi adalah hal yang lain lagi?

Soal apa yang akan dilakukannya saat menjabat nanti, hanya Anies-Sandi yang tahu. Atau mungkin juga sebetulnya mereka belum tahu mau melakukan apa jika terpilih nanti.

Yang penting sekarang ngomong dulu, cari suara dulu. Jadi tidak usah heran jika kemarin menolak reklasi, hari ini mendukungnya. Lantas, yang mau dijalankan nanti yang mana? Mbuh!

Lama-lama Cagub ini kok, jadi mirip emak-emak naik motor matic, ya? Hanya dia dan Tuhan yang tahu, motornya mau belok kemana. **

Sumber : Facebook Eko Kunthadi

Monday, March 20, 2017 - 08:30
Kategori Rubrik: