Hanum Si Pembohong

Oleh: Ricky Apriansyah

 

Hanum Rais akhirnya dilaporkan ke Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) terkait dugaan penyalahgunaan profesi dokter atas penyebaran kasus hoaks Ratna Surampaet. DPN Syarikat 98 selaku pelapor menyatakan Haum menyalahgunakan gelar akademik kedokteran untuk menjustifikasi kebohongan dalam kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Hanum menunjukkan indikasi pelanggaran Kode Etik Profesi Kedokteran Gigi, pasal 4 ayat 2, pasal 6, dan pasal 20 ayat 2 dan 3, sehingga DPN Syarikat 98 menuntut PB PDGI mencabut izin profesi Hanum sekaligus mendisiplinkan Hanum agar bertanggung jawab dengan profesinya selaku dokter gigi, serta menghayati pasal-pasal kode etik.

 

 

Sebelumnya, Hanum Rais, menuliskan di akun Twitternya, menceritakan bahwa dia sudah memeriksa Ratna, dan menyatakan, dirinya juga dokter dan bisa membedakan luka pascaoperasi atau pasca dipukuli. Hanum mengaku sebagai dokter padahal dia  hanya lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi yang bahkan tak pernah praktek sebagai dokter gigi.

Dalam rombongan para penyebar hoaks Ratna Sarumpaet, Hanum termasuk paling bersemangat. Tentu saja karena mereka berharap keuntungan politik yang besar dengan menggoreng hoaks penganiayaan ini. Selain mencicit di Twitternya dengan berbohong sebagai dokter dan berbohong bahwa Ratna Sarumpaet mengalami luka bekas pukulan, Hanum juga secara khusus membuat drama dengan menggandeng Ratna Sarumpaet sambil menangis, mengatakan orang yang digandengnya adalah Tjoet Nja’ Dien dan Kartini Masa Kini.

Hanum benar-benar tak tanggung-tanggung dalam berbohong. Dia begitu menyakinkan dengan membawa-bawa profesi dokter yang ternyata dia hanya dokter gadungan. Di luar negeri dokter gigi pun tak pernah dipanggil dokter melainkan “dentist”. Dia juga menyebut-nyebut pahlawan yang tentu saja terlalu agung dibandingkan dengan seorang nenek pencipta hoaks. Akting nangis-nangisnya pun terlihat alami di depan kamera. Entah darimana bakat berbohong ini dia dapatkan.

Mau tahu latar belakang Si Pembohong yang satu ini? Dia merupakan merupakan lulusan FKG Universitas Gajah Mada.  Walaupun dia mendapatkan gelar seorang dokter gigi, ia ingkari ilmu yang didapat selama kuliah dengan memilih berkarier sebagai  jurnalis. Dia pernah jadi presenter di Trans TV. Jadi memang sudah terbiasa berlaga di depan kamera.  

Lalu saat tinggal di Eropa dia menulis novel dan juga nyambi sebagai koresponden Detik.com untuk kawasan Eropa dan sekitarnya. Maka bakat mengarangnya memang telah teruji.

Lucunya, di situs sertifikasi PDGI, tidak ditemukan nama Hanum Rais. Artinya dia terbukti tidak membuka praktik dokter gigi yang tercatat di PDGI. Pencarian di media sejauh ini juga tidak ditemukan kalau Hanum membuka praktik dokter gigi. Maka kalau belasan tahun setelah lulus FKG dia mengaku sebagai dokter dan menggunakan gelar itu untuk menunjukkan kompetensinya memeriksa luka seseorang, bisa dipastikan dia lagi ngibul. Bohong besar!

Tak diragukan lagi Hanum memang pembohong ulung. Tak hanya berbohong, dia juga memanfaatkan keprofesian “dokter” yang ternyata gadungan itu untuk menghasut dan nyata-nyata menyesatkan opini publik dengan cara mengaku paham kedokteran, sudah memeriksa korban, dan mampu membedakan antara luka bekas penganiayaan dan oplas.

Sudah semestinya si pembohong dan penghasut ini segera dipanggil oleh pihak yang berwajib. Walau sudah minta maaf, proses hukum harus jalan terus. Kalau sebuah peristiwa selesai dengan permintaan maaf, penjara akan kosong. Maka kita tunggu ketegasan polisi untuk menangkap Si Pembohong Hanum Rais. Hukuman di balik jeruji beberapa tahun mungkin akan memberi efek jera bagi pembohong ini.

Friday, October 19, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: