Hanifan adalah Kita, Yang Berharap Jokowi-Prabowo Berdamai

Oleh : Nadia

Barangkali momen Jokowi-Prabowo berpelukan  di Taman Mini Indonesia  Indah (rabu 29/82/2018) menjadi momen yang ditunggu –tunggu rakyat Indonesia.  Momen langka tersebut  mendadak terasa mengharukan karena rasa-rasanya Jokowi-Prabowo berpelukan sudah lama sekali yaitu 4 tahun lalu saat Jokowi-Jusuf Kalla maju pada Pilpres 2014, kala itu Jokowi –Prabowo berpelukan sebelum acara debat nasional. Jauh sebelum itu, keduanya pernah berpelukan  saat Jokowi maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta bersama Basuki Tjahaja Purnama  diusung oleh Gerindra dan PDIP.

Bersatunya kedua orang yang akan berhadapan sebagai lawan di Pilpres 2019 ini berkat silat, cabang olahraga yang mendulang emas pada Asian Games 2018 di Jakarta.

Jokowi hadir sebagai Presiden Indonesia, sementara Prabowo hadir sebagai Ketua umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), mereka menyaksikan pesilat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah tampil menjadi juara dengan mengalahkan pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh 3-2 pada kelas C putra 55-60 kg.

 Hanifan langsung menghampiri podium tempat Presiden Jokowi dan Prabowo duduk setelah merayakan selebrasi kemenangannya.  Tanpa di duga, setelah bersalaman dan mendapat ucapan selamat, Hanifan langsung menyatukan Jokowi dan Prabowo dalam satu pelukan.

Hanifan pesilat yang menyatukan moment mengharukan itu adalah cerminan kita bangsa Indonesia yang jauh di lubuk hati paling dalam menginginkan Indonesia yang kita cintai ini adem ayem, aman, damai, sentosa dalam keberagaman. Kita semua berharap tak ada lagi permusuhan baik  lewat  media sosial maupun secara langsung. Tak ada lagi aksi massa  #2019GantiPresiden yang  justru  menyulut  ajakan untuk memusuhi presiden yang masih sah menjabat.   Biarkan demokrasi berjalan dengan aman dan damai tanpa hujatan dan cacian. Kalaupun 2019 nanti  Prabowo-Jokowi akan berhadapan biarkan sesuai dengan tuntutan demokrasi yang beradab. **

 

 

 

 

 

Thursday, August 30, 2018 - 13:00
Kategori Rubrik: