Hak Cipta VS Copy Right

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sawat, Lc.MA

Hak cipta itu sebenarnya terjemahan yang kurang pas. Yang lebih tepat itu adalah Copy Right, yang berarti hak untuk menggandakan. Tidak ada urusan dengan istilah menciptakan.

Yang kita bicarakan adalah hak untuk menggandakan, bukan hak dalam menciptakan. Yang mencipta itu Allah, bukan kita manusia.

Bentuk kejahatannya adalah menggandakan hasil karya orang lain, yang pada dasarnya merupakan sebuah perampasan hak kekayaan milik orang lain.

Si perampas sama sekali tidak butuh kerja apa-apa, suatu karya cukup dijiplaknya begitu saja dengan cara digandakan, maka dia segera mendapat kekayaan berlimpah.

Sayangnya kebanyakan umat Islam yang masih terjebak fiqih klasik seringkali tidak menyadari hal semacam ini. Hal itu lantaran tidak fenome ini di masa lalu.

Dalam khazanah fiqih klasik di zaman pra industri, membajak semacam ini tidak terbayangkan sebelumnya

Padahal dalam sebuah buku bajakan itu ada unsur kriminal, karena disitu ada hasil jerih payah sekian banyak orang yang dirampas. Mereka adalah para penulis, editor, korektor, pembuat desain grafis, marketing, dan lainnya.

Semua tenaga mereka dirampok dan dibajak begitu saja, tanpa dapat izin dan tanpa memberi royalti.

Ini adalah tindakan kriminal era modern yang hanya bisa terjadi di masa kini, setelah umat manusia masuk masa industri. Tentu ini masuk bahasan fiqih kontemporer. Hal yang belum pernah terjadi di masa lalu.

Siapa bilang fiqih itu terpenjara dengan realitas klasik masa lalu?

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Friday, September 13, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: