Haji vs Berbagi

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Ketika melakukan survey bahan galian tambang untuk bahan baku mangkok , saya bertanya kepada Pak Haji sebagai pemilik tambang. " berapa Anda bayar pekerja ini sehari ? " Dengan tersenyum Pak Haji itu menyebut angka yang mungkin lebih rendah dari harga secangkir kopi Starbuck. Kemudian Pak Haji itu dengan menyebut syukur kepada Allah bahwa berkat tambang ini dia bisa setiap tahun umroh di bulan Ramadhan.

" Namun mereka malas. Sulit disuru lembur kalau ada order besar " katanya lagi.

Saya termenung mendengar kata kata Pak Haji itu. Mengapa ? Saya membantin , andaikan pendapatan dari usaha tambang ini yang bisa memberangkatkannya setiap tahun pergi haji bersama keluarga , dia gunakan untuk meningkat kesejahteraan buruhnya, tentu akan sangat luar biasa. Buruhnya akan senang dan produktifitas akan meningkat, yang tentu akan berujung laba semakin meningkat. Dan lagi puncak haji adalah kerendahan hati yang teraktual kan dalam bentuk berbagi.

Sebagai pengusaha membayar upah adalah kewajiban dan juga menerapkan keadilan kepada pekerja. Namun memberi upah ala kadarnya itu bukanlah " keadilan yang beradad.". Manusia seharusnya punya empati nilai nilai kemanusiaan yang tertuang dengan sikap yang beradad. Adab ini ukurannya bukanlah UMR tapi akhlak, yang didasarkan kepada keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan. Yang bila di patuhi maka Tuhan pula yang akan memberikan balasan.

Menjadi pengusaha yang beradab sangat bernilai di era Modern saat ini. Karana dia berdakwah dengan harta dan ilmunya. Bukan hanya berkata dan berdakwah tapi dia menerapkan dalam kehidupan nyata. Dia mengamalkan apa yang dia katakan dan menegakan sholat lewat hablum minannas dengan cinta. Cara inilah yang membuat peradaban rahmatan lilalamin terbentuk. Benarlah para pendiri negara kita ketika merumuskan falsafah Pancasila dimana menempatkan sila kedua setelah pemahaman Tauhid , yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab. Ya karana pendiri negara kita adalah orang orang yang hikam dan hikmat. Mereka pemimpin berkualitas ulama...** (ak)

Sumber : Facebook Erizeli Jely Bandaro

Tuesday, May 3, 2016 - 10:30
Kategori Rubrik: