Haikal Hasan Sebabkan Pelanggan JNE Kabur

ilustrasi
Oleh : Yetti Agustien
 
Sepertinya masyarakat sudah kesel pada Haikal Hasan. Meski lulusan S3 tetapi kalau ngomong tidak ada otaknya, kemudian hari diselingi mimik memelas minta maaf agar kita melupakan dosanya.
Babeh contoh terburuk kaum machiavellian yang keukeh pada ajaran,"the prince Lion and fox," bahwa seorang pemimpin harus kejam terutama saat ngolok-ngolok pemerintah di depan para begundalnya laiknya singa lapar. Tetapi di lain waktu, saat di luar kandang ia bersifat laiknya si kecil rubah yang ngumpet sambil berurai air mata.
Sayangnya zaman online sekarang ini, semua rekam jejak tidak akan terhapus. Kapan si Babe pecicilan, kapan mewek ngajak-ngajak baikan.
Imbasnya, masyarakat tidak hanya ngamuk kepada yang bersangkutan, tetapi juga pada lembaga penggalang dana yang berkaitan dengan "kadrun."
Selama ini publik memang bertakon-takon,"Siapa bohir Rijiq ?"
Kemudian beredar pula narasi yang dihembus-hembuskan," Rijiq salah apa? Toh dia tidak korupsi ?"
Begini ya......
Untuk bisa korupsi pasti harus memiliki jabatan. Lha Rijiq kerjanya apa? Tokoh FPI memang tidak korupsi, tepatnya tidak bisa korupsi tetapi mereka berkartel dengan koruptor model keluarga cendana dsb.
Jadi FPI berfikiran bahwa korupsinya haram, duitnya halal.
Salah satu utusan FPI yang ditugaskan untuk penggalangan dana ya si Babe ini. Mahluk ini paling keukeuh mepertanyakan,"Orde Baru korupsinye di mane?"
Dengan terendusnya "jalur gizi" FPI saya kira akan sulit bagi Rijiq untuk menjalankan operasinya lagi. Selain publik juga ogah dengan JNE-ACT, toh banyak perusahaan atau organisasi penyalur dana lain yang lebih kredible.
Bahkan petamburanpun kini sepi.
Namanya juga kaum kemaruk, kalau 6 orang yang mati sekarang bersama dengan sang Nabi, mengapa tidak dia saja yang mati?
Dalam ilmu bisnis sangat aneh, ketika si penjual tidak pernah mencoba, bahkan kesannya tidak mau mencoba barang dagangannya ya artinya dia jualan "jigong."
 
Sumber : Status Facebook Yetti Agustien
Sunday, December 13, 2020 - 10:30
Kategori Rubrik: