Hai Pecundang, Kalian Pasti Kami Lawan

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Allah selalu IKUT campur tangan, bahkan atas jatuhnya sehelai daun ke bumi adalah atas izinnya, terus kau pikir Jokowi disuruh mundur dgn mengumbar isu PKI, siasat Lokdon, Menolak PSBB, Menolak Normal Baru, yg diumbar cangkemmu Jokowi merosot sendiri. Tuhan tidak akan membiarkan itu terjadi.

Sini tak jelasin sesimpelnya ya, biar kau gak usah terlalu pede bisa gertak Pak Dhe. 

1. Presiden Indonesia, Soekarno diturunpaksakan dgn kudeta tersamar. Setingan PKI begitu banyak kejanggalan yg menjadi perdebatan dan semakin transfaran bahwa telah terjadi akal-akalan dari kedangkalan akhlak sekelompok orang yg haus kekuasaan utk menguasai kekayaan dgn jalan diluar kemanusiaan. Secara panjang lebar bisa dituturkan oleh para ahli dgn dokumen yg sudah terbuka saat ini, hal yg paling nyata adalah bahwa Soekarno dimatikan perlahan, dikenakan tahanan rumah, sakit ginjalnya parah, malah dijaga oleh seorang dr hewan, bak menungggu kerbau sakit. 

 

Akhir hayatnya di Wisma Yaso, proklamator itu wafat menyedihkan ditangan diktator yg buas, dia adalah Soeharto sang pemalsu Supersemar, yg sampai hari ini hilang tersamar. Semoga arwah M. Yusuf, Basuki Rachmat dan Amir Machmud terampuni dosanya, atas andil mereka menutupi sejarah sebenarnya.

2. Soeharto menjadi presiden karena konspirasi dan bantuan Amerika, serta saktinya Supersemar yg dipalsukan, kemudian dia diturunkan atas ketamakannya membiarkan anak-anak dan kroninya menjarah kekayaan negaranya, penyesalannya di depan Jend LB Murdhani yg pernah menasihatinya, sudah terlambat, dia sendiri yg menyematkan status dirinya sbg koruptor kelas wahid yg tak terampuni dosanya, termasuk anak dan keturunannya, tidak ada maaf buat mereka.

3. Habibie dihabisi koleganya sendiri, ditikam dari belakang dgn konspirasi penolakan laporan pertanggung jawaban. Habibie jentel, dia mundur terhormat sbg manusia bermartabat.

4. Gusdur didaulat, dia naik sekaligus diturunkan kembali karena dianggap membahayakan konspirasi yg di bangun kembali, ya Orba sedang disusun utk kembali berkuasa dgn cara menguatkan pondasi lama yg masih tersisa saat itu, Gusdur susah diatur, apalagi gen nya adalah anti Soeharto, dia adalah musuh yg di benci Soeharto.

5. Mega naik menggantikan Gusdur yg hanya dikasi porsi dua tahun, Mega bertahan 3 tahun, dan tidak bisa merubah apa-apa, karena suaminya juga main pada dua kaki untuk kenyamanan dan keamanan mereka, Indonesia masih juga seperti Orba, cuma kulitnya saja yg terkelupas, tapi tak lepas, sehingga isinya masih tersimpan rapi.

6. SBY hadir, dia memenangkan pilpres yg mengejutkan, dan kita merasa ada yg janggal, pilpres usai Anas Urbaningrum dan Andi Nurpati lgsg jadi pengurus pusat partai Demokrat. Kawan saya berkelakar, abang kalau mau menang di pemilu piara saja yg pegang datanya, mau nambah angka belakang atau depan, tinggal pencet saja, beres semua. SBY melaju dua priode, dia aman karena DNA Orba masih pada sumsum tulangnya lihat gaya memimpinnya sama dgn guru besarnya, ya Soeharto banget gayanya. Berhutang utk subsidi agar rakyat merasa nyaman padahal hutang itu memjadi beban jangka panjang karena bukan utk pembangunan belum lagi yg dikorupsi, bukti nyatanya masih berdiri seperti candi Hambalang dan mangkraknya 32 lokasi power plant.

7. Jokowi, dia hadir bak meteor, dia dihadirkan Tuhan seperti putra sang fajar, Soekarno memerdekakan Indonesia, Jokowi membangun kembali kehancuran Indonesia yg diremukkan Orba. Koloni ini pasti tak rela akan keberhasilan Jokowi membenahi negeri ini karena mata dan batin mereka bak singa lapar melihat mangsa yg pernah di terkamnya lepas bgt saja, ya Indonesia bgt menggairahkan utk ditaklukkan, terbayang kejayaan yg pernah mereka rasakan, inilah kesempatan emas pikir mereka utk kembali merampas kekuasaan ditengah pandemi yg melelahkan bangsa ini, tapi mereka lupa, bahwa mereka berhadapan dgn Jokowi manusia sufi yg tak mudah dipengaruhi oleh hegemoni utk kepentingan yg tidak menguntungkan bangsanya, apalagi kalau dia melihat ada potensi kerusakan jangka panjang, kenapa, karena dia pejuang bukan pecundang.

Jokowi adalah pemimpin yg lahir dari tempaan kesulitan, hidup di bantaran kali yg kadang makan sehari sekali, dia bukan putra mahkota. Tapi kelahirannya untuk Indonesia, ya Indonesia di merdekakan Soekarno-Hatta, dirusak Soeharto, dkk dan keluarga, Jokowi hadir membenahi, dia dikirim Tuhan bukan hanya utk setengah jalan, dia akan menuntaskan sebuah amanah yg telah dia emban. 

JADI TIDAK ADA ALASAN UTK DITURUNKAN, KARENA KAMI AKAN MELAWAN KALIAN !!!

Jangan biarkan dia sendiri, jangan biarkan srigala mencabik bangsa ini utk kedua kali. Sekarang tidak ada PKI lagi yg ada HTI dan FPI, jangan di kasi hati karena mereka akan mengganti ideologi bangsa, ya mereka mau mengganti Pancaslia, jangan kalian coba-coba. 86 juta suara kami adalah suara kebenaran, bukan suara bayaran seperti kalian. 

SEKALI LAGI KAMI LAWAN KALIAN, KAMI LAWAN !!!

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Wednesday, June 3, 2020 - 21:15
Kategori Rubrik: