Hai Jenderal....

Oleh: Niken Satyawati

 

Hai, Jenderal... Dalam video terbaru (yang ujung2-nya kampanye calon di Pilkada), Kau katakan bahwa kondisi bangsa kita sungguh dalam keadaan yang memprihatinkan. Bahwa negara kita ekonominya benar-benar dalam keadaan yang menurun, yang sulit. Seolah-olah bangsa kita tak punya masa depan lagi.

 

 

Kau katakan sekarang negara hanya tergantung oleh utang dari mana-mana untuk melanjutkan roda kehidupan--tumpulan utang yang sudah dimulai sejak mertuamu berkuasa 32 tahun. Kau juga katakan harga-harga pangan semakin sulit terjangkau oleh rakyat.

Tapi kenyataannya sebaliknya. Menjelang Lebaran tahun ini, harga-harga tidak naik. Harga kebutuhan pokok yang di masa lalu selalu naik tajam menjelang Idul Fitri seperti telur, terigu, minyak goreng bahkan turun. Lihatlah kami bersuka cita mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk hajatan akbar setahun sekali.

Pasar dan pusat perbelanjaan ramai. Antrean di kasir mengular. Parkir penuh. Pak parkir, mereka yabg berjualan baik offline maupun online hingga abang-abang becak semua kecipratan rezeki. Itu tandanya ekonomi bergerak.

Jadi stop meneror kami dengan ancaman-ancaman dan imajinasi lebay yang ujung-ujungnya untuk tujuanmu berkuasa. Hentikan juga kebiasaanmu memecah belah rakyat dan mengobarkan perang dengan sesama saudara kami sendiri. Jangan terus2-kan juga menghasut kami untuk memusuhi pemerintah yang sudah berjibaku dan terus bekerja melakukan berbagai hal untuk memudahkan hidup kami.

Stop menggosok sentimen dan mempermainkan emosi kami demi ambisi kekuasaanmu. Kami ingin hidup damai, beribadah dan membangun negeri ini tanpa teror ancaman, hasutan, fitnah dan berbagai berita bohong yang kalian lancarkan--ini semua yang justru akan menghancurkan negara ini.

3 Juni 2018
Dari sebuah pusat perbelanjaan
2 km dari pusat Kota Solo

 

(Sumber: Facebook Niken Satyawati)

Sunday, June 3, 2018 - 22:00
Kategori Rubrik: