Habib Rizieq Terancam Hukuman Rajam, Siapkah Jonru Jadi Ketua Panitia Acaranya?

Oleh : Benardo Sinambela

Kasus dugaan perzinahan yang menimpa Habieb Rizieq bersama Firza Husein seolah-olah hilang dari permukaan publik akhir-akhir ini. Tidak seheboh diawal munculnya bocoran pesan WA antara Firza Husein dan Habib Rizieq, serta saat awal munculnya pesan suara curhatan Firza Husein kepada Kak Ema.

Sulitnya pengungkapan kasus ini tak luput dari seringnya Habib Rizieq mangkir dari panggilan kepolisian guna untuk melengkapi berkas pemeriksaan.

Banyaknya alasan untuk menghindari panggilan Polisi yang disampaikan Habib Rizieq seolah-olah semakin membenarkan opini di masyarakat tentang kebenaran adanya skandal perselingkuhan antara Habib Rizieq dan Firza Husein. Selai itu, kebersamaan antara mereka berdua yang beberapa kali terekam kamera yang kemudian muncul ke permukaan publik juga turut berperan menguatkan opini di masyarakat.

Kasus ini seolah-olah menjadi misteri yang paling ditunggu-tunggu penyelesaian akhirnya oleh masyarakat Indonesia tahun ini. Pilihannya hanya dua, benar atau tidak.

Jika benar adanya, maka kasus ini akan membawa Habib Rizieq dan FPI masuk kedalam masa kelam dalam sejarahnya. Kenapa? Karena Habib Rizieq dengan FPI-nya selama ini dikenal sangat getol membela "Islam" dan menegakkan hukum Syaria'at Islam di Indonesia ternyata tidak lebih dari seorang penzina.

Perbuatan zina diharamkan dalam Syari’at Islam, dan perbuatan ini masuk dalam kategori dosa besar. Hukumannya adalah rajam (dilempar dengan batu) sampai mati. Hukuman ini mengacu pada hukum Syari'at yang mengatur tentang hukuman bagi pezina al-Muhshân (pezina yang pernah menikah). Penjelasan lengkapnya baca di SINI.

Hukuman Rajam Didepan Mata, Habib Rizieq Harus Beri Teladan Penerapan Hukum Sayri'at Islam.

Habieb Riziek yang adalah seorang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) yang selalu lantang menyuarakan pemberlakukan Syari'at Islam di Indonesia. Dielu-elukan pendukungnya sebagai orang “suci”.

Tak tanggung-tanggung, atas nama membela Islam dan penegakan Syari'at Islam, Habib Rizieq melalui organisasi radikal FPI yang dipimpinnya sering melakukan aksi swiping bahkan teror diberbagai daerah. Apalagi mendekati bulan suci ramadhan.

Aksi-aksi yang mereka lakukan juga terkenal sadis dan sangat tidak manusiawi, semena-mena dan menghakimi warga yang mereka cap "melanggar Syari'at Islam" secara sepihak.

Yang paling terkenal adalah aksi-aksi sweeping toko-toko minuman keras dan rumah-rumah pelacuran atau tempat perzinahan.

 

Lalu pertanyaannya, jika kelak Hbib Rizieq terbukti melakukan perzinahan dalam kasus Firza Hots, apakah beliau sanggup menerima hukuman rajam sesuai dengan Syari'at Islam yang mereka suarakan selama ini?

Hukum Syari'at memang secara tegas menetapkan hukuman rajam (dilempari batu sampai mati) untuk Pezina al-Muhshân (pezina yang pernah menikah). Itu artinya, berakhirlah hidup Habib Rizieq jika benar-benar ditetapkan polisi sebagai tersangka pelaku perzinahan bersama Firza Husein.

Saya sarankan, demi memberi teladan yang baik bagi masyarakat terlebih kepada para pendukungnya, Habib Rizieq harusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat Indonesia terlebih bagi para pengikutnya seperti FPI.

Jika tidak, Habib Rizieq berarti bukan pejuang Islam sejati. Melainkan hanya salah satu orang yang memperalat agama demi membenarkan kejahatan-kejahatannya selama ini melalui aksi-aksi sweeping dan penghakiman sepihak terhadap warga yang mereka tidak suka. Atau paling tepatnya, warga atau pengusaha yang tidak memberi "upeti" kepada FPI.

Jonru Silahkan Siapkan Acara Rajam Untuk Habib Rizieq.

Jonru adalah salah satu orang yang paling dikenal di dunia nitizen, yang selalu getol menyuarakan pemberlakuan hukum Syaria'at Islam. Beliau menyebut dirinya sebagai "Muslim Cyber Army Indonesia".

Aksi-aksinya melalui tulisannya di facebook pribadinya selalu dipenuhi dengan pembelaan mati-matian terhadap Habib Rizieq. Selain itu, tulisan-tulisannya juga dipenuhi dengan ujaran kebencian terhadap warga non-Muslim. Menyebarkan informasi hoax (tidak benar) juga beliau halalkan demi untuk menyerang para kaum waras dan nasionalis yang memberikan kebenaran atas sebuah informasi.

Tak muluk-muluk jika kita sebut beliau ini adalah seorang profesor hoax paling terkenal di Indonesia.

Tulisan yang paling saya ingat adalah tentang tulisannya yang beberapa kali mengatakan bahwa foto Presiden yang tersebar di media mainstrim adalah hasil editan. Satu lagi tentang foto bersalaman antara Raja Salman dan Ahok yang juga disebutnya sebagai foto hasil editan photoshop.

Kedua-duanya dikecam oleh pihak fotografer Istana Presiden. Alhasil, beliau memklarifikasi sendiri dan minta maaf sendiri kepada publik. Beruntung kasus ini tidak sampai ke meja kepolisian. Baca selengkapnya dalam tulisan saya yang INI.

Maka dengan mengacu pada alasan-alasan diatas, sudah seharusnya dan sepantasnya Jonru kita beri kesempatan selebar-lebarnya untuk terlibat langsung menjadi ketua panitia acara hukuman rajam untuk Habib Rizieq.

Perpaduan konsistensi antara dua orang yang mereka menyebut dirinya secara sepihak sebagai pejuang "Islam" akan menambah kemeriahan acara rajam tersebut. Dan mungkin acara ini akan menjadi acara terfenomenal dan dikenal sepanjang jaman.

Jika tidak, berarti selama ini mereka hanya membohongi masyarakat terlebih para pengukutnya dengan ucapan-ucapan mereka yang selalu memprovokasi masyarakat untuk membenci non-Muslim dan membenci pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Silahkan renungkan sendiri. Mungkinkah mereka berdua konsisten dengan omongannya? Jika tidak mau di rajam kelak, masih maukah anda dibohongi mereka atas nama agama?

Mari kita tunggu saja dengan rasa sabar serta dipenuhi harapan bahwasanya acara ini akan benar-benar terlaksana dengan hikmat dan meriah.**

Sumber : www.benardosinambela

 

Monday, May 1, 2017 - 14:45
Kategori Rubrik: