Habib Lutfi Sang Maestro

ilustrasi

Oleh : Nisa Alwis

Abah Habib Lutfi dan istri, di acara Festifal Merdeka. Sungguh pemandangan istimewa dan meneduhkan. Beliau sedang menerapkan ilmu IRFANI. Sehingga lahir darinya pandangan kearifan. Bukan sedang menentang hukum menutup AURAT, tetapi sedang menampilkan keindahan tata nilai ADAT. "Irfani" adalah metodologi Ilmu dalam menalar Islam berdasarkan pengalaman batin yang langsung bersentuhan dengan penghayatan agama. Dalil teks tidak akan hampa ketika dimaknai dengan konteks yang mengitarinya.

Kesimpulannya, tak perlu terburu-buru menakar moral orang lain, apalagi dosa dan neraka, hanya karena pakaiannya. Terutama wanita, yang kini makin terjerat industri surga syar'i. Ulama seperti mbah Lutfi ini, sudah mencontohkan sebuah keselarasan.

Ulama beramal pasti dengan ilmunya. Yang ketat menyimpulkan aurat sedemikian rupa batasannya, tetap ada. Silahkan. Itu pilihan. Hal ini memang ada dalam rumusan hukum/fikih Islam, berdasar ilmu BAYANI. Ada pula yang sudah tak pusing dengan batasan aurat. Sebab hakikat moral adalah dalam amal, hati dan perbuatan. Ilmunya adalah BURHANI.

AlJabiri merumuskan ketiga metodologi berfikir dalam kultur Islam ini. Bayani, Irfani, dan Burhani, masing-masing dalam lembaran sejarah ada peran dan prestasinya. Nalar bayani telah membesarkan disiplin ilmu fikih, irfani menelurkan diskursus ilmu kalam dan sufisme, dan burhani telah membuka alam pemikiran dalam filsafat Islam, yang pernah gemilang. Kamu sudah sampai bab yang mana... Rapopo alon-alon asal kelakon. Matur nuwun sanget Mbah Lutfi..

Sumber : Status Facebook Nisa Alwis

Saturday, August 24, 2019 - 12:00
Kategori Rubrik: