Guyon dan Spiritualitas

 

Oleh: Iqbal Aji Daryono

Ini bukan tentang bapak mereka, jadi kalian nggak usah perlu kuda-kuda gitu. Ini cuma tentang dua anak gemblung yang bercandanya--menurut seorang budayawan ibukota berinisial AD, yang diam-diam mengagumi dua anak ini meski kemarin dia di-bully para mamah jokowers gara-gara membela @ypaonganan--sangat khas bocah-bocah Njogja-Solo.

Akun Chilli Catering ini akunnya Gibran. Satunya akun Kaesang, adiknya. Di tengah hujatan dan serangan gencar (dan sering sangat menyakitkan) ke bapak mereka, dua anak ini bisa mengolah dan memelintirnya jadi guyonan pekok-pekokan.

Hanya manusia dengan kematangan jenis tertentu yang mampu menjalankan laku menertawakan diri sendiri. Lazimnya, orang terpingkal ya karena menertawakan orang lain, dan mendapat sejenis kepuasan dari sana (Banyak sekali contohnya di Fesbuk, mau saya sebut?). Tapi menurut terawangan batin saya, orang yang terampil menertawakan diri sendiri hanyalah mereka yang sungguh perkasa dan punya kekuatan cukup untuk meluruhkan ego dan keangkuhan diri.

Orang-orang semacam itu telah mencapai derajat spiritual pilih tanding karena tingkatan tawadhu-nya sudah sampai ke level brutal. Kita bisa sembahyang sampai badan remuk. Kita bisa memuja nama Tuhan sampai urat leher sobek. Tapi untuk membanting kesombongan kita hingga nyungsep ke basement, hanya para lawan berat iblis yang mampu melakukannya.

Saya juga kenal satu orang dengan tingkat spiritualitas demikian. Namanya Agus Mulyadi. Kemampuannya menertawakan diri sendiri acapkali membuat saya berpikir bahwa, bisa jadi sebenarnya dia adalah waliyullah yang mesanggrah di puncak Gunung Tidar, tapi sedang turun menyamar untuk memberi pelajaran hikmah kepada umat manusia (Tolong jangan tag dia, biar derajat spiritualnya nggak berkurang).

Saya juga bersyukur bisa hidup di zaman ini, zaman yang 'kaya'. Zaman ketika banyak orang meneriakkan nama Tuhan dengan mata melotot, tapi di saat yang sama juga zaman ketika tak sedikit lidah melafalkan kalimat agung yang bernilai spiritual luar biasa: "Duh, apalah diriku ini."

 

Sumber: Facebook Aji Daryono

Saturday, January 2, 2016 - 15:00
Kategori Rubrik: