Gus Dur, Weruh Sakdurunge Winarah

ilustrasi

Oleh : Ajie Najmudin

Baru viral di media sosial foto _Allah yarham_ KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Pak Jokowi ketika beliau rawuh di Solo pada tahun 2006. Foto tersebut diambil oleh pria yang akrab disapa Blontank Poer, seorang pengagum Gus Dur (Gusdurian) yang tinggal di Kota Solo.

Tahun 2014 saya pernah coba tulis sisi lain dari momen ini, yakni Gus Dur sebagai sosok yang "weruh sak durunge winarah" (tahu sebelum sesuatu itu terjadi), yakni tentang ucapan tersirat Gus Dur tentang Jokowi yang kala itu masih menjadi Walikota Solo, bakal menjadi Presiden RI.

Apakah hal ini hanya sebuah kebetulan atau karena Gus Dur memang seorang wali? Wallahu a'lam

Berikut tulisan saya kala itu :

Momentum pemilihan presiden (pilpres) 2014 sudah berlalu. Terpilihlah nama Joko Widodo atau Jokowi sebagai presiden baru. Namun, siapa sangka peristiwa terpilihnya Jokowi menjadi presiden ini, ternyata pernah diramalkan Gus Dur beberapa tahun silam.

Saat itu Gus Dur bersama sejumlah tokoh agama mengadakan pertemuan di Solo.

“Saya masih ingat tanggalnya, 8 Januari 2006, Gus Dur hadir di Solo dalam acara “Njejegake Sakaguru Nusantara” (Menegakkan Kembali Sokoguru Nusantara) untuk menyampaikan orasi, pandangan-pandangannya dari berbagai perspektif, terutama dalam bidang politik,” tutur Husein Syifa, yang kala itu jadi Koordinator Gusdurian Jawa Tengah.

Husein mengisahkan, sebelum acara orasi, Gus Dur mampir di Loji Gamdrung, rumah dinas Walikota Solo untuk melakukan dialog bersama para tokoh di antaranya KH Moeslim Rifa’i Imampuro (Mbah Liem), dan Jokowi yang ketika itu baru sekitar 6 bulan menjabat Walikota Solo.

Dalam sebuah diskusi ringan yang melibatkan banyak tokoh tersebut, tiba-tiba Mbah Liem menepuk pundak Gus Dur sambil berkata, “Njenengan harus jadi presiden lagi Gus?”

“Mboten ngaten (tidak begitu), Mbah,” jawab Gus Dur.

Kemudian Gus Dur melanjutkan perkataanya. “Siapapun yang dikehendaki rakyat, termasuk Pak Jokowi ini, kalau dia jadi Walikota yang bagus, kelak juga bisa jadi presiden!”

Waktu itu Jokowi disebut sebagai calon gubernur pun belum.

Jokowi, yang disebut namanya oleh Gus Dur hanya tersenyum. Dipikirnya hanya bercanda Gus Dur ini. Namun, nyatanya ucapan Gus Dur itu berbuah kenyataan. Walikota Solo itu kini benar-benar jadi Presiden Indonesia.

Sumber : Status Facebook Ajie Najmuddin

Wednesday, May 1, 2019 - 12:15
Kategori Rubrik: